Cara Mudah Menghitung BEP (Break Even Point) Paling Sederhana, Coba Dech!

Solusindotel.co.id, Break Event Point — Teruntuknya kalian yang biasa dengan dunia akuntansi pasti mengetahui dengan yang namanya Break event Point (BEP).

Pada artikel kali ini akan bibahas bagaimana Cara mudah menghitung BEP (Break Even Point).

Bunga deposito yang terus menurun pastinya tidak memberikan efek yang positif untuk kita guna bisa mengembangkan daya beli karena disebabkan oleh inflasi lebih gede dibandingkan bunga deposito.

Sebelumnya kalian harus mengerti dahulu apa itu BEP.

Break even point atau juga bisa disebut dengan analisis titik impas diimaksudkan sebagai suatu keadaan atau titik di mana perusahaan dalam kegiatan operasinya tidak mendapatkan laba dan tidak mendapati kerugian juga.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Guna Meningkatkan Return

Jika kalian ingin membuka usaha baru guna meningkatkan return harusnya memang membutuhkan beberapa hal seperti seperti berikut ini:

1. Menghitung-hitung berapa dana yang digunakan untuk menyewa tempat usaha, membeli alat-alat, serta mempekerjakan karyawan dan yang lainnya

2. Membuat proyeksi seperti:

  • Banyak volume penjualan yang perlu diperoleh agar dapat minimal menutup sumua biaya-biaya yang timbul.
  • Ini biasa disebut dengan istilah Break Even Point (BEP) dimana semua biaya yang timbul sama dengan total penjualan yang didapatkan, sehingga perusahaan tidak mendapatkankeuntungan maupun kerugian.
  • Berapa volume penjualan yang dibutuhkan agar kalian dapat mendapatkan keuntungan yang kalian inginkan.
UPDATE TERBARU:   Tempat Rental Mobil Pekanbaru, Murah Dengan Jenis dan Kualitas Mobil Terbaik Hingga Serah Kunci

Komponen dari BEP

Sebelum masuk kedalam Cara mudah menghitung BEP (Break Even Point) kalian harus mengetahui beberapa istilah yang ada disekelilingnya terlebih dahulu.

Berikut ini adalah komponen dari BEP yang harus kalian ketahui:

  1. Biaya Tetap (Fixed Cost), baik jika perusahaan sedang melakukan produksi maupun tidak berproduksi.
  2. Biaya Variable (Variabel Cost), Komponen ini bersifat bergantung pada tingkat volume produksinya dan juga dinamis. Misal produksi meningkat, maka biaya variabel juga tentunya meningkat.
  3. Harga Jual (Selling Price),harga jual per-unit jasa atau barang yang sudah diproduksi.

Contoh Kasus Cara Mudah Menghitung BEP Break Even Point

Kalian sebelumnya harus belajar contoh perhitungan BEP sebuah perusahaan dengan data-data tertentu.

Perusahaan “Usaha Hausa” mempunyai data-data biaya dan rencana produksi yang seperti demikian:

UPDATE TERBARU:   Cara Menghitung Masa Kerja di Excel Bagi Karyawan

1. Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp150 juta yaitu terdiri dari:

  • Biaya Gaji Pegawai + Pemilik : Rp80.000.000
  • Biaya Penyusutan Mobil : Rp2.000.000
  • Biaya Asuransi Kesehatan : Rp16.000.000
  • Biaya Sewa Gedung Kantor : Rp17.500.000
  • Biaya Sewa Pabrik : Rp35.000.000

2. Biaya Variable per Unit Rp85.000.00 yaitu terdiri dari :

  • Biaya Bahan Baku : Rp45.000
  • Biaya Tenaga Kerja Langsung : Rp20.000
  • Biaya Lain : Rp.10.000

3. Harga Jual per Unit Rp.105.000

Kemudian mari dihitung berapa tingkat BEP usaha tersebut baik dalam unit maupun dalam rupiah (Dengan rumus BEP rupiah).

Sebagai permisalan perhitungan BEP “Usaha Hausa” adalah berikut ini:

Rumus Cara Menghitung BEP

Break Even Point Unit : Biaya Tetap (harga / unit – biaya variable / unit)

  • BEP Unit =Rp.150.000.000 / (Rp.105.000 – Rp85.000)
  • BEP Unit = Rp. 150.000.000 / Rp.20.000
  • BEP Unit= Rp. 7500

Maka, dengan rumus BEP unit, BEP per unit dari contoh di atas adalah Rp. 7.500 / unit

Rumus Cara Menghitung BEP

Break Even Point Rupiah : Biaya Tetap (kontribusi margin / unit harga / unit)

  • BEP Rupiah = Rp.150.000.000 / (Rp20.000 / Rp.105.000)
  • BEP Rupiah = Rp.150.000.000 / (0,1904)
  • BEP Rupiah = Rp. 787.815.126

Jadi, dengan rumus BEP rupiah, BEP Rupiah dari contoh di atas adalah Rp. 787.815.126

UPDATE TERBARU:   Cara Menghitung Diskon Belanja, Pemburu Diskon Wajib Tahu Lho!

Kiranya seperti itu contoh perhitungan BEP dengan memakai rumus BEP rupiah dan unit.

Dengan adanya cara hitung BEP atau cara menghitung bep di atas kita bisa memiliki kesimpulan bahwa untuk memperoleh titik impas dengan harga penjualan sebesar Rp105.000, maka perusahaan harus dapat menjual sebanyak 7500 unit.

Jika jumlah penjualan tidak sampai 7.500 unit, maka tidak akan menutup biaya produksi yang sudah sudah dikeluarkan.

Dengan mengetahuinya, kalian juga akan dapat menghitung berapa minimal penjualan untuk mendapatkan laba yang kalian targetkan.

Menambahkan Target Laba

Sebagai pemilik usaha, kalian dapat menambahkan keuntungan yang ditargetkan tersebut dengan biaya tetap yang kalian miliki.

Misalnya saja target laba sebulan adalah Rp. 60.000.000, maka minimal penjualan yang harus dicapai adalah berikut ini:

BEP- Laba = (biaya tetap + target laba) (harga/unit- biaya variable/unit)BEP – Laba = (150.000.000 + 60.000.000) (105.000 – 85.000)

BEP – Laba = 210.000.000 / 20.000

BEP – Laba = 10.500 unit

Memakai cara mudah menghitung BEP break even point atau titik impas yang baikdalam sebuah usaha begitu penting memang.

Apalagi untuk menentukan target penjualan yang harus dipenuhi dalam rangka mendapatkan keuntungan usaha.

Tinggalkan komentar