Musik bertema horor atau seram umumnya terbagi menjadi dua kategori berbeda, mulai dari lagu-lagu bertema ceria hingga karya yang benar-benar menakutkan. Salah satu contoh karya musik yang menghadirkan kengerian mendalam adalah album The Drift karya musisi Scott Walker.
Eksplorasi Tema Kelam
Album yang dirilis pada tahun 2006 ini dikenal sangat meresahkan karena mengeksplorasi berbagai topik berat seperti kematian, penyakit, dan tragedi. Scott Walker membahas berbagai peristiwa nyata dan pribadi dalam liriknya, termasuk penggantungan diktator Benito Mussolini bersama kekasihnya Clara Petacci, peristiwa 9/11, kematian saudara kembar yang lahir mati, hingga genosida Srebrenica.
Latar belakang musik eksperimental yang diusung semakin memperkuat nuansa kelam tersebut. Album ini digambarkan memiliki kemiripan dengan musik latar film arahan sutradara Ari Aster ketimbang sebuah karya musik pop konvensional.
Pendekatan Suara yang Tidak Lazim
Sepanjang album, pendengar akan disuguhi petikan gitar yang tidak biasa, gesekan senar biola yang disonan, hingga suara bising berformat rendah pada lagu “Clara” yang kabarnya memanfaatkan suara pukulan pada bangkai babi sebagai bagian dari ritme lagu.
Komposisi lagu sering kali berhenti secara mendadak, menyisakan keheningan yang tidak nyaman, lalu meledak kembali dalam balutan suara mekanis yang bising. Suara hewan, tata suara foley, serta orkestra atonal berpadu dengan vokal khas Walker yang bergetar. Ketidakselarasan nada membuat album ini membutuhkan suasana hati khusus untuk diselesaikan dalam sekali putar, meski memberikan pengalaman yang memuaskan bagi yang bertahan.
Album The Drift dari Scott Walker dapat dinikmati melalui platform Bandcamp serta berbagai layanan siniar utama seperti YouTube Music, Apple Music, Qobuz, Deezer, dan Spotify.
Sumber: The Verge






