Daftar Isi
Kabar duka menyelimuti industri game global setelah studio game legendaris BioWare resmi dibubarkan oleh induk perusahaannya, Electronic Arts (EA). Penutupan studio yang telah berdiri lebih dari tiga dekade ini turut berimbas pada penghentian proyek game Mass Effect terbaru yang sebelumnya berada dalam tahap pengembangan awal, seperti dilaporkan detikINET dari The Verge pada Jumat (23/10/2026).
Gelombang PHK dan Imbas Akuisisi Raksasa
Langkah drastis ini dibarengi dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan di lingkup EA, di mana sekitar 50 staf di antaranya berasal dari studio BioWare. Keputusan pahit tersebut diambil setelah EA resmi beralih menjadi perusahaan tertutup usai diakuisisi oleh konsorsium investor yang dipimpin oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners dalam kesepakatan jumbo senilai USD 55 miliar atau sekitar Rp 850 triliun pada Agustus 2026 lalu.
Lewat pengumuman internal perusahaan, manajemen EA membenarkan penutupan studio dan fasilitas BioWare di Edmonton. Kendati pengerjaan game terbarunya dihentikan, laporan dari IGN mengonfirmasi bahwa proyek serial TV Mass Effect yang digarap bersama Amazon MGM Studios masih tetap berjalan.
Akhir Perjalanan Studio RPG Legendaris
Didirikan lebih dari 30 tahun lalu, BioWare diakui sebagai salah satu pengembang yang membentuk dan mendefinisikan standar genre role-playing game lewat portofolio karyanya seperti Baldur’s Gate, Neverwinter Nights, Star Wars: Knights of the Old Republic, Mass Effect, hingga Dragon Age. Namun, performa BioWare terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir mulai dari Mass Effect: Andromeda pada 2017 yang gagal memenuhi ekspektasi, Anthem pada 2019 yang berakhir tidak sesuai harapan, hingga Dragon Age: The Veilguard pada 2025 yang angka penjualannya meleset dari target dan memicu efisiensi tenaga kerja.
“BioWare adalah studio legendaris yang membantu mendefinisikan genre RPG, dan kami tidak mengambil keputusan ini secara ringan,” ungkap manajemen EA dalam pengumumannya.
Roadmap Baru EA dan Pengalihan Fokus Bisnis
Bersamaan dengan pembubaran BioWare, pimpinan EA, Cam Weber dan David Tinson, mengumumkan penyesuaian peta jalan bisnis perusahaan guna memfokuskan investasi pada waralaba dengan potensi pertumbuhan terbesar. Respawn dan DICE akan bekerja sama menggarap proyek game shooter baru yang disinyalir kuat merupakan seri Star Wars: Battlefront terbaru, sementara EA tetap melanjutkan pengembangan game Marvel’s Iron Man dan judul terbaru dari seri Star Wars Jedi.
Selain itu, EA Sports mengembangkan Project Gridiron yang merupakan game American Football berkonsep social-first open-world serta memulai tahap pra-produksi untuk menghidupkan kembali waralaba game tinju Fight Night. Di sisi lain, EA menunda pengembangan Project Lotus demi memfokuskan sumber daya pada Project Evergreen untuk The Sims, serta melakukan restrukturisasi dengan membentuk tim yang lebih kecil dan fokus untuk game skate.
Sumber: Inet - Detikcom







