Daftar Isi
Perusahaan rintisan (startup) asal Amerika Serikat, Warhound, resmi mengumumkan pendanaan awal senilai US$200 juta atau sekitar Rp3,62 triliun (dengan kurs Rp18.105 per dolar AS). Suntikan dana bernilai besar tersebut sekaligus mendorong nilai valuasi perusahaan hingga mencapai US$1,2 miliar.
Kolaborasi Teknologi dan Kebutuhan Militer
Suntikan modal untuk Warhound disokong oleh jajaran investor ternama, seperti Sequoia, 8VC, Corner Ventures, serta In-Q-Tel yang merupakan firma modal ventura milik badan intelijen Amerika Serikat (CIA). Seperti dilaporkan Liputan6.com dari TechCrunch pada Minggu (25/10/2026), perusahaan ini lahir dari kolaborasi antara pendiri Colossal Biosciences, Ben Lamm, dan pendiri Anduril, Palmer Luckey.
Kedua pendiri tersebut berambisi memanfaatkan rekayasa genetika pada anjing kerja (working dogs). Satwa ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan operasional militer Amerika Serikat, aparat penegak hukum, hingga tim tanggap darurat dalam menjalankan tugas-tugas berisiko tinggi yang sulit ditangani mesin, seperti pelacakan bahan peledak dan operasi khusus.
Mengatasi Kelangkaan Pasokan Satwa Kerja
Manajemen Warhound menilai saat ini Amerika Serikat sedang mengalami kelangkaan pasokan anjing kerja. Lebih dari 80 persen anjing militer negeri itu masih harus diimpor dari Benua Eropa, dan kurang dari separuhnya dinyatakan layak untuk bertugas di lapangan.
Ben Lamm menjelaskan gagasan utama di balik proyek pengembangan ini. “Gagasannya adalah, jika kita dapat membuat anjing-anjing ini lebih sehat, lebih aman, dan berkinerja unggul, mereka akan bertugas jauh lebih optimal di lapangan,” ujar Lamm, dikutip dari Liputan6.com.
Proses rekayasa genetika ini memanfaatkan teknologi milik Colossal. Tim peneliti mengumpulkan sampel sel dari ras unggulan seperti Belgian Malinois dan German Shepherd untuk disimpan dalam biobank. Gen anjing kemudian disunting untuk menyisipkan sifat unggul sekaligus menghapus risiko penyakit bawaan, seperti atrofi otot, kanker, hingga penurunan fungsi penglihatan. Anak perusahaan Colossal, ViaGen, ditunjuk untuk mengawal proses kloning serta inkubasi tahap awal. Kelahiran anjing hasil rekayasa genetika pertama ini ditargetkan pada awal tahun depan, dan diproyeksikan mulai bertugas dalam kurun dua tahun mendatang.
Dukungan Perangkat Tempur dan Etika Satwa
Selain penyuntingan genetik, Anduril bertugas menyuplai perangkat keras dan perangkat lunak pendukung. Peralatan tersebut mencakup rompi pelindung serta kacamata khusus berfitur sensor data untuk meningkatkan kesadaran situasional penangan di lokasi tugas. Lamm menegaskan bahwa teknologi dari Anduril berada ‘di luar tubuh anjing, bukan di dalam,’ demi memberi perlindungan ekstra bagi satwa maupun personel militer.
Untuk memastikan aspek etika dan kesejahteraan satwa tetap terjaga, Warhound bekerja sama dengan American Humane Society dalam merumuskan standar serta sertifikasi pelatihan.
“Kami menyambut baik langkah Warhound dan Colossal yang melibatkan organisasi perlindungan satwa nasional berbasis sains dan etika ini. Kami berkomitmen memastikan seluruh hewan dalam perawatan mereka diperlakukan secara manusiawi,” ungkap perwakilan American Humane Society.
Sumber: Liputan6.com Bisnis







