Daftar Isi
Para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dari lingkungan perguruan tinggi yang tergabung dalam program Campuspreneur Kementerian Perdagangan mengukir capaian positif pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Hingga hari kedua pelaksanaan pameran, para peserta berhasil membukukan potensi transaksi mencapai USD 22,56 juta atau sekitar Rp408,19 miliar dengan penyesuaian kurs Rp18.093,85 per dolar AS.
Capaian Transaksi dan Penjajakan Pasar Global
Pameran dagang yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (14/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026) ini menjadi penampilan perdana bagi UKM Campuspreneur. Dari total potensi nilai perdagangan yang tercatat, sebanyak USD 21,46 juta telah diralisasikan melalui penandatanganan kesepakatan tertulis (Letter of Intent/LoI) bersama para pembeli internasional. Adapun nilai sebesar USD 1,1 juta sisanya masih dalam tahap penjajakan kontak dagang.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa hasil tersebut membuktikan kapasitas wirausahawan kampus dalam menembus pasar internasional. Keterlibatan pada pameran B2B bertema “The Ultimate Hub for Global Sourcing” ini memberi ruang bagi generasi muda untuk memperluas jejaring sekaligus menjajaki ekspor.
“Potensi transaksi di TEI ke-41 menunjukkan adanya peluang bagi produk UKM berbasis perguruan tinggi untuk menjangkau pasar internasional. Perguruan tinggi memiliki potensi besar dalam melahirkan wirausaha muda yang inovatif dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Melalui Campuspreneur, kami mendorong potensi tersebut untuk berkembang menjadi usaha berorientasi ekspor,” ujar Budi Santoso seperti dikutip dari detikcom.
Kesepakatan LoI diraih oleh sejumlah UKM kampus, di antaranya Futra Export dan Pustaka Dagang dari Binus University, Worldwise dari Telkom University, serta Inofarm dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Para pembeli luar negeri yang menandatangani LoI tersebut berasal dari Jepang, Belanda, Hong Kong, dan Taiwan. Di samping itu, usaha SanGreat dari Institut Pertanian Bogor serta Colorfood Indonesia dari Universitas Diponegoro masih dalam proses negosiasi dengan calon pembeli luar negeri.
Komoditas dan produk yang diminati para buyer internasional cukup bervariasi, mulai dari kakao, kayu manis, gula aren, minyak kelapa murni (VCO), hingga produk olahan kelapa seperti arang dan karbon aktif. Tidak hanya barang komoditas, peserta juga menawarkan produk inovatif dan jasa, seperti pengendali hama berbasis bahan alami serta platform edukasi digital.
Proses Kurasi dan Pembekalan Ekspor
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menjelaskan bahwa pihak kementerian memfasilitasi 25 UKM dari 20 perguruan tinggi mitra. Seluruh peserta pameran merupakan hasil penyaringan ketat dari 80 UKM berpotensi ekspor, yang mencakup usaha milik mahasiswa, alumni, dosen, maupun entitas binaan kampus.
Sebelum diterjunkan ke ajang pameran internasional, para peserta telah dibekali dengan pelatihan teknik ekspor, pendampingan desain dan pembaruan produk, hingga fasilitasi perjumpaan bisnis (business matching). Langkah-langkah pembekalan ini disiapkan agar para wirausahawan siap berkomunikasi dan bernegosiasi secara profesional dengan calon mitra luar negeri.
Puntodewi menekankan bahwa keikutsertaan dalam pameran internasional memerlukan kesiapan menyeluruh, baik dari segi pemahaman ekspor, kualitas desain produk, maupun keahlian dalam menjalin komunikasi bisnis. Pihaknya berharap potensi transaksi awal ini dapat segera ditindaklanjuti melalui negosiasi lanjutan agar berujung pada kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.
Dampak Program bagi Startup Mahasiswa
Program Campuspreneur merupakan bagian dari inisiatif ‘Dari Lokal untuk Global’ milik Kementerian Perdagangan yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta strategi pemasaran produk kampus ke rantai pasok global. Manfaat nyata dari program ini dirasakan oleh Word Wise, sebuah perusahaan rintisan pembelajaran bahasa asing berbasis gim interaktif yang didirikan sejak 2023 di Telkom University.
Chief Executive Officer (CEO) Word Wise, Moses, mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam Campuspreneur memberikan akses luas terhadap jaringan bisnis mancanegara, termasuk keberhasilan meraih LoI dengan mitra asal Belanda pada gelaran TEI ke-41.
“Dari Campuspreneur, banyak sekali yang kami dapatkan, terutama dari sisi jejaring. Salah satunya kami mendapat LOI dengan pihak Belanda. Ini menjadi salah satu langkah bagi kami untuk mulai melihat dan mengembangkan pasar di luar Indonesia,” kata Moses.
Sumber: Finance - Detikcom








