Investor Kevin O’Leary membagikan tips sederhana untuk mengumpulkan kekayaan jangka panjang melalui investasi yang disiplin. Ia menyarankan setiap orang untuk menyisihkan 15 persen dari seluruh pendapatan mereka sejak dini guna dimanfaatkan dalam pasar keuangan.
Pentingnya Bunga Majemuk dan Investasi Sejak Dini
Dalam sebuah video di akun Instagram miliknya seperti dikutip dari Yahoo Finance, O’Leary menekankan pentingnya menabung dan menginvestasikan uang agar dapat tumbuh melalui prinsip bunga majemuk. Menurutnya, alokasi 15 persen tersebut berlaku untuk seluruh sumber pemasukan, mulai dari gaji utama, pekerjaan sampingan, hingga uang pemberian keluarga.
Ia menyebutkan bahwa penerapan aturan ini secara konsisten mampu membawa seseorang menjadi miliuner pada usia 65 tahun. Strategi ini diklaim tidak membutuhkan latar belakang keluarga kaya maupun penghasilan yang sangat besar.
Manfaat bunga majemuk sangat bergantung pada tingkat disiplin, waktu dimulainya investasi, serta besaran imbal hasil portofolio. Sebagai gambaran, seseorang yang mulai menyisihkan 15 persen pendapatan pada usia 25 tahun dengan imbal hasil 4 persen per tahun membutuhkan penghasilan sekitar US$67.459 atau Rp1,2 miliar (asumsi kurs Rp18.090 per dolar AS) per tahun untuk mengumpulkan US$1 juta atau Rp18 miliar pada usia 65 tahun.
Namun, jika seseorang baru mulai berinvestasi pada usia 40 tahun dengan tingkat imbal hasil yang sama, pendapatan tahunan yang dibutuhkan melonjak hingga US$155.086 atau sekitar Rp2,8 miliar. Angka pendapatan minimum tersebut dapat ditekan menjadi US$83.563 atau sekitar Rp1,5 miliar per tahun jika investor berhasil memperoleh imbal hasil lebih tinggi sebesar 8 persen.
Keselarasan dengan Strategi Warren Buffett
Prinsip memanfaatkan pertumbuhan majemuk ini sejalan dengan pandangan legenda investasi Warren Buffett. Pada pertemuan tahunan Berkshire Hathaway tahun 2020, Buffett menyatakan bahwa kepemilikan reksa dana indeks S&P 500 merupakan langkah terbaik bagi kebanyakan orang. Pendekatan tersebut memberikan diversifikasi instan ke 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS) tanpa perlu pengelolaan aktif yang rumit. Secara historis, indeks S&P 500 mencatatkan rata-rata imbal hasil tahunan sebesar 10,51 persen sejak 1957.
Meski demikian, menyisihkan 15 persen dari pendapatan masih menjadi tantangan bagi banyak rumah tangga. Data Federal Reserve Bank of St. Louis mencatat tingkat tabungan pribadi di AS hanya sebesar 4,1 persen pada Agustus 2026. Angka ini menunjukkan adanya jarak yang cukup lebar antara saran investasi O’Leary dengan realitas keuangan masyarakat pada umumnya, meski prinsip investasi dini dan konsisten tetap menjadi kunci utama pertumbuhan kekayaan.
Sumber: Liputan6.com Bisnis






