Perusahaan raksasa pengujian laboratorium medis Quest Diagnostics mengonfirmasi terjadinya serangan siber dan kebocoran data yang berdampak pada informasi sensitif pasien. Berdasarkan laporan kepada regulator Amerika Serikat, insiden ini menyasar sistem penyimpanan data pasien perusahaan tersebut.
Serangan pada Platform Quanum
Quest menyampaikan dalam dokumen 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS bahwa mereka mengetahui adanya serangan siber pada Rabu yang menargetkan salah satu sistem pengujian laboratoriumnya bernama Quanum. Platform tersebut memungkinkan klinik dokter, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan untuk meminta pengujian laboratorium sekaligus mengelola penagihan.
Sistem itu menyimpan sejumlah besar rekam medis dan kesehatan pasien beserta data diagnostik serta penagihan yang terkait. Perusahaan menyatakan bahwa akses tidak sah tersebut mencakup pengambilan sejumlah catatan pasien tertentu, dan mereka telah melaporkannya kepada penegak hukum untuk diselidiki.
Serangan siber terhadap Quest menambah daftar insiden keamanan utama yang melanda sektor kesehatan tahun ini. Berbagai serangan dan kebocoran data telah memicu gangguan berkepanjangan serta pencurian jutaan rekam kesehatan elektronik pasien oleh penjahat siber yang dimotivasi oleh keuntungan finansial.
Dampak dan Penyelidikan Lanjutan
Perusahaan belum merinci jumlah pelanggan layanan kesehatan atau pasien yang informasi pribadinya dicuri dalam serangan terhadap sistem Quanum. Situs web Quest mencatat bahwa Quanum digunakan oleh sekitar setengah juta dokter di ribuan lokasi di seluruh Amerika Utara, meskipun jumlah total rekam kesehatan yang tersimpan belum dapat dipastikan secara pasti.
Pihak Quest belum menjelaskan kapan peretasan tersebut mulai berlangsung atau apakah terdapat kelompok peretas yang menyampaikan tuntutan tebusan agar data curian tidak dipublikasikan. Amanda Rivera selaku juru bicara Quest tidak memberikan jawaban atas pertanyaan TechCrunch mengenai insiden tersebut dan mengarahkan agar merujuk pada pemberitahuan keamanan perusahaan.
Dalam pengumuman resmi tersebut, Quest menyebutkan bahwa beberapa informasi kesehatan yang dilindungi milik pasien telah diambil, termasuk data pribadi dan rekam pasien, sementara investigasi mendalam mengenai jenis data spesifik masih berjalan. Insiden ini merupakan kasus kebocoran data besar kedua yang dialami Quest dalam satu dekade terakhir setelah kehilangan 11,9 juta rekam pasien dalam serangan siber pada perusahaan penagihan pihak ketiga pada tahun 2019.
Sumber: TechCrunch








