Daftar Isi
Pakar keamanan siber Pratama Pershada mengungkapkan pentingnya perhatian dari pengelola situs di Indonesia terhadap risiko celah keamanan PHP yang sempat melumpuhkan jutaan situs di berbagai belahan dunia. Kendati belum ditemukan kasus terkait kerentanan kritis tersebut di Tanah Air, tantangan utama di Indonesia terletak pada kesiapan pengelola sistem dalam mendeteksi serta memperbaiki celah tersebut.
Risiko Penggunaan PHP Versi Lama
Menurut Pratama, bahasa pemrograman PHP banyak diandalkan oleh situs instansi pemerintah, pemerintah daerah, serta sekolah di Indonesia. Namun, sebagian dari situs-situs tersebut masih beroperasi menggunakan versi lama yang sudah tidak lagi mendapatkan dukungan pembaruan keamanan, seperti PHP 7 atau PHP 5.6.
Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Pratama menyatakan bahwa versi-versi tersebut tidak akan pernah mendapatkan tambalan keamanan karena sudah ditinggalkan, sehingga masalah ini bukan lagi sekadar kutu perangkat lunak melainkan persoalan situs yang tidak dirawat dalam jangka waktu lama.
Dampak utama dari kerentanan ini bagi pengelola situs bukan sekadar membuat halaman web tidak bisa diakses, melainkan potensi terjadinya pencurian data. Apabila server berhasil disusupi, informasi sensitif yang tersimpan seperti nama, Nomor Induk Kependudukan, nomor telepon, kata sandi, hingga data transaksi terancam bocor.
Kondisi Layanan Publik di Indonesia
Sebelumnya, sejumlah situs pemerintah di Eropa dan beberapa wilayah terpaksa tidak dapat diakses setelah ditemukan celah keamanan kritis pada PHP yang ditemukan dengan bantuan kecerdasan buatan. Sejumlah lembaga kemudian memilih menonaktifkan situs mereka sebagai langkah pencegahan guna menghindari eksploitasi oleh peretas.
Pratama menjelaskan bahwa tindakan pemadaman di Eropa tersebut merupakan langkah mitigasi yang diambil lembaga terkait, bukan akibat serangan langsung peretas. Kerentanan tersebut berada murni pada PHP dan bukan pada WordPress atau plugin, sehingga situs yang dikelola dengan baik pun tetap berpotensi terdampak jika servernya masih memakai PHP versi rentan.
Hingga Jumat (23/10) pagi, Pratama belum menemukan laporan resmi mengenai situs besar di Indonesia yang mematikan layanan akibat masalah ini. Berdasarkan pemeriksaan yang ia lakukan, sejumlah layanan publik seperti pajak.go.id, dukcapil.kemendagri.go.id, dan bssn.go.id masih merespons secara normal tanpa ada indikasi pemadaman.
Pratama menyoroti peringatan keamanan dari Badan Siber dan Sandi Negara dengan menilai bahwa imbauan semata belum cukup. Pendataan terhadap situs dan server instansi, khususnya di lingkungan pemerintah daerah dan sekolah, sangat diperlukan karena pengelolaannya seringkali hanya ditangani oleh vendor kecil atau satu orang staf teknologi informasi yang merangkap tugas.
Langkah Mitigasi untuk Pengelola dan Masyarakat
Pakar mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik menyikapi celah keamanan PHP ini. Bagi para pengelola situs, penanganan dapat dilakukan segera dengan memeriksa sistem dan memasang pembaruan keamanan.
Pratama menyarankan agar pengelola memperbarui PHP ke versi yang lebih baru dan memuat ulang sistem. Apabila pembaruan belum bisa dilakukan, akses server dari internet dapat dibatasi untuk sementara waktu guna menekan risiko eksploitasi.
Sementara itu, bagi masyarakat umum, ia berpesan agar lebih berhati-hati dengan tidak langsung membuka email atau pesan berisi tautan yang meminta proses masuk ulang ke layanan pemerintah. Masyarakat juga diminta curiga jika layanan publik tiba-tiba meminta data yang tidak wajar seperti foto KTP dan swafoto tanpa proses verifikasi yang jelas.
Masyarakat turut diimbau untuk rutin memantau mutasi rekening serta surel guna mendeteksi potensi perubahan kata sandi yang mencurigakan. Jika ditemukan pemberitahuan perubahan sandi yang bukan dilakukan oleh pemilik akun, langkah penggantian harus segera diambil.








