Daftar Isi
Apple mulai menunjukkan perubahan pendekatan bisnis yang signifikan di bawah kepemimpinan CEO baru, John Ternus. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini resmi meluncurkan MacBook Pro dengan layar sentuh, sebuah langkah yang mematahkan sikap perusahaan yang selama bertahun-tahun menolak penggunaan teknologi tersebut pada laptop mereka.
Perubahan Strategi di Era John Ternus
Dalam sebuah acara di Los Angeles, Apple memperkenalkan MacBook Pro yang dilengkapi dengan layar organic light-emitting diode (OLED). Selain layar sentuh, perangkat ini juga menandai kembalinya logo bercahaya pada bagian belakang laptop. Peluncuran ini menjadi bagian dari rangkaian produk baru yang dirilis sejak John Ternus, yang sebelumnya menjabat sebagai eksekutif perangkat keras, resmi mengambil alih posisi CEO pada awal September 2026.
Sebelumnya, Apple telah meluncurkan iPhone lipat Duo pada September dan perangkat pusat kendali rumah pintar di New York pada Oktober. “Begini, kami mencintai Mac, dan itulah alasan mengapa begitu banyak dari kami menemukan jalan ke Apple sejak awal. Dan Mac tidak pernah lebih baik dari sekarang, serta tidak pernah lebih kuat,” ujar Ternus seperti dikutip dari Reuters, Minggu (1/11/2026).
Keputusan untuk menghadirkan layar sentuh merupakan perubahan besar bagi Apple. Pada tahun 2010, pendiri Apple Steve Jobs pernah menyatakan bahwa layar sentuh pada laptop memiliki ergonomi yang buruk. Pandangan serupa juga sempat diutarakan oleh mantan CEO Tim Cook pada 2012, yang menyamakan penggabungan laptop dengan layar sentuh seperti menyatukan pemanggang roti dan lemari es.
Tanggapan Analis dan Spesifikasi Produk
Meskipun sempat menolak, analis dari Moor Insights & Strategy, Anshel Sag, menilai bahwa perubahan ini adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. “Saya yakin mereka sejak awal selalu salah karena menolak teknologi layar sentuh, dan sekarang kenyataan mulai memaksa perubahan itu terjadi. Beberapa hal memang tidak bisa dihindari,” kata Sag.
MacBook Pro layar sentuh ini hadir dalam dua varian, yakni model 14 inci dengan chip M5 Pro yang dibanderol mulai dari US$2.899, serta model 16 inci dengan chip M5 Max yang dijual mulai dari US$4.799. Apple telah membuka pemesanan awal sejak 28 Oktober dan menjadwalkan penjualan perdana pada 6 November 2026.
Kepala Riset Perangkat dan Konsumen IDC, Tom Mainelli, menilai bahwa perangkat ini ditujukan bagi para kreator, desainer, dan fotografer yang membutuhkan layar berkualitas tinggi serta terbiasa dengan antarmuka layar sentuh. Untuk mendukung teknologi layar OLED, Apple mendesain ulang sasis agar dapat mengalihkan udara panas dari layar serta memanfaatkan chip M5 guna meminimalisir risiko burn-in atau bekas gambar permanen pada layar.
Tantangan Harga di Pasar Global
Kendati menawarkan inovasi baru, harga menjadi tantangan tersendiri bagi Apple. Data IDC menunjukkan pengiriman laptop layar sentuh global mencapai 33,4 juta unit pada 2025, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau setara dengan 16 persen dari total pengiriman laptop. Namun, harga jual rata-rata perangkat tersebut hanya sekitar US$1.009 atau Rp17 juta, yang jauh lebih murah dibandingkan harga MacBook Pro terbaru.
Di pasar, Apple harus bersaing dengan produsen lain seperti Lenovo, HP, dan Dell yang menawarkan perangkat layar sentuh dengan harga lebih terjangkau. Meski demikian, perluasan lini produk dan rentang harga yang dilakukan Apple saat ini mengindikasikan upaya Ternus untuk menjangkau konsumen yang lebih sensitif terhadap harga tanpa harus kehilangan basis pelanggan premium mereka.








