PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan sejumlah infrastruktur dan platform digital untuk memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri. Langkah tersebut mencakup pembangunan pusat data atau data center, platform Internet of Things nasional, hingga kecerdasan buatan berbasis cloud.
Pembangunan Infrastruktur dan Teknologi Global
Direktur Utama Telkom Indonesia Nanang Hendarno dalam diskusi bertajuk ‘Kedaulatan Digital Indonesia, Realistis atau Utopis?’ di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10), menjelaskan bahwa pembangunan data center dan cloud di dalam negeri menjadi salah satu fondasi yang disiapkan Telkom untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital nasional, seperti dilansir detikcom.
Selain itu, Telkom mengembangkan platform IoT nasional yang didukung Telkomsel. Platform tersebut mulai dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan melayani berbagai klien perusahaan.
Menurut Nanang kepada detikcom, platform IoT nasional yang dibantu oleh Telkomsel tersebut sudah mulai banyak dipakai untuk kebutuhan industri dan yang melayani klien-klien mereka.
Telkom juga mengembangkan kecerdasan buatan atau AI model cloud yang dapat menjadi fondasi bagi masyarakat dan berbagai sektor untuk membangun aplikasi berbasis AI. Nanang mencontohkan pemanfaatannya untuk mendukung aplikasi di lingkungan pemerintah serta kebutuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Di sisi lain, ia menyatakan bahwa Telkom juga mengembangkan AI model cloud yang bisa menjadi pondasi untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi yang akan dibangun oleh masyarakat.
Untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut, Telkom tidak hanya mengandalkan teknologi dari satu negara saja. Perusahaan memanfaatkan teknologi dari China, Eropa, maupun Amerika Serikat yang kemudian dioperasikan dalam sistem di Indonesia.
Menurut Nanang kepada detikcom, di Telkom sendiri mereka juga mempunyai teknologi timur dan barat, dioperasikan di Indonesia ini, supaya mengurangi juga keterpaksaan locking atau ketergantungan dari salah satu negara.
Pengaturan Organisasi dan Kesiapan Kedaulatan Digital
Ia menyampaikan bahwa Telkom membangun pengaturan organisasi dan operasional agar masing-masing vendor atau prinsipal tidak mengunci perusahaan dalam penggunaan teknologi tertentu.
Pihaknya mengatur bagaimana mereka meng-engage negara-negara ini untuk sebuah sistem yang beroperasi di Indonesia dan tidak menguasai Telkom secara keseluruhan, seperti dilaporkan detikcom.
Pendekatan tersebut memungkinkan Telkom memanfaatkan perkembangan teknologi global tanpa menyerahkan kendali operasional sepenuhnya kepada satu penyedia. Saat ditanya mengenai kemungkinan Telkom menjadi penggerak ekosistem kedaulatan digital, Nanang menyatakan kesiapannya.
Ia menyebutkan bahwa Telkom mempunyai tim, mempunyai data center, mempunyai cloud, dan platform di atasnya yang mestinya bisa menjadi titik awal bagaimana mereka memulai kedaulatan digital di Indonesia.
Meski demikian, pengembangan infrastruktur dan platform digital tersebut membutuhkan dukungan pemerintah serta pasar. Ia menilai komitmen industri juga diperlukan agar ekosistem teknologi lokal dapat tumbuh.
Nanang mengakui bahwa pengembangan AI masih menghadapi tantangan dari sisi bisnis. Karena itu, dukungan pasar dibutuhkan agar layanan dan platform AI dapat berkembang serta dimanfaatkan lebih luas. Selain aspek bisnis, keamanan juga menjadi perhatian dalam pengembangan layanan digital dan AI.
Faktor keamanan tersebut menjadi sangat mandatori yang harus disiapkan sebagai bangsa yang akan mengonsumsi kebutuhan data internet maupun AI-nya, imbuhnya kepada detikcom.








