UMUM

Warga Inggris Borong Stok Makanan dan Air Hadapi Perang

Warga Inggris Borong Stok Makanan dan Air Hadapi Perang

Pemerintah Inggris mengimbau warganya untuk bersiap menghadapi potensi perang dalam waktu 1.000 hari ke depan atau menjelang tahun 2030. Peringatan tersebut langsung direspons oleh warga setempat dengan memborong berbagai kebutuhan pokok, mulai dari makanan kaleng hingga air minum kemasan.

Imbauan Pemerintah dan Ancaman Konflik

Seperti dilaporkan Finance – Detikcom, imbauan kesiapan menghadapi perang ini pertama kali diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting melalui tulisannya di surat kabar The Telegraph. Ia mengingatkan bahwa pihak-pihak yang memusuhi negara tersebut diprediksi akan siap melancarkan serangan pada 2030.

Keinginan pihak lawan untuk mencelakai Inggris bukan merupakan hal baru, namun kapasitas mereka telah mengalami perubahan. Menjelang tahun 2030, kekuatan militer serta ekonomi perang pihak lawan dinilai dapat menempatkan mereka pada posisi untuk melakukan serangan.

“Hal itu memberi kita waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menyelesaikan misi kita: bersiap bersama sekutu-sekutu kita untuk bertempur dan meraih kemenangan,” tulis Streeting.

Meski tidak menyebutkan secara langsung negara yang menjadi sumber ancaman, permintaan tersebut merujuk pada potensi agresi Rusia. Ia menyatakan warga Inggris harus bersiap menghadapi skenario terburuk.

Tidak hanya tingkat domestik, ia juga meminta NATO agar bersiap menghadapi perang melawan Rusia, mengingat seringnya perselisihan antara Rusia dan NATO yang mendukung Ukraina dalam perang sejak 2022 lalu. Setiap negara di aliansi NATO menghadapi tantangan serupa di tengah meningkatnya ancaman serta keuangan yang semakin ketat.

Untuk menghadapi situasi itu, ia mengajak negara-negara Uni Eropa untuk saling bekerja sama, termasuk memperluas sektor industri domestik. Langkah ini dinilai krusial demi menjamin ketersediaan rantai pasok dalam rangka persiapan menghadapi perang melawan Rusia.

“Dengan bekerja bersama, kita dapat membangun kemampuan manufaktur di dalam negeri sehingga kita dapat mengirimkan barang lebih cepat dan pada akhirnya memperkuat NATO, yang merupakan kepentingan kita semua,” terang Streeting.

Persiapan Logistik dan Perlengkapan Darurat Warga

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kampanye pemerintah Inggris untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan terganggunya berbagai layanan penting akibat bermacam-macam alasan. Warga diimbau menyediakan cadangan air minum kemasan sebanyak 9 liter serta persediaan makanan untuk tiga hari agar mampu bertahan dalam situasi darurat.

Kondisi darurat tersebut bisa dipicu oleh cuaca ekstrem, serangan siber, maupun krisis kritis lainnya. Masyarakat juga diminta menyiapkan perlengkapan lain berupa selimut, uang tunai, kotak pertolongan pertama atau P3K, senter beserta baterainya, serta radio FM yang dapat dioperasikan dengan memutar tuas tanpa baterai.

Apabila terjadi krisis nasional, BBC akan memprioritaskan penyiaran berita serta informasi mengenai kesehatan dan keselamatan. Dalam situasi pemadaman listrik besar-besaran, radio FM berfungsi sebagai sarana terbaik untuk memperoleh informasi terkini.

Pemerintah Inggris bahkan telah merilis daftar periksa perlengkapan darurat yang dapat diunduh melalui situs resmi mereka. Kebijakan ini memicu lonjakan penjualan makanan kaleng, senter, dan radio putar sejak panduan yang diperbarui tersebut diumumkan ke publik.

“Sangat menggembirakan bahwa orang-orang mengambil langkah-langkah praktis untuk bersiap-siap,” ujar Streeting dalam wawancara kepada BBC Newsnight seperti dikutip dari The Independent.

“Memiliki beberapa kebutuhan pokok sehari-hari di rumah, mulai dari makanan kaleng hingga senter, membantu rumah tangga bersiap menghadapi gangguan, baik itu banjir, pemadaman listrik, atau pipa pecah. Kita semua dapat berperan dalam menjadikan Inggris lebih tangguh,” tambahnya.

Mungkin Anda Suka