Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan pada Senin, 2 November 2026. Meskipun musim kemarau masih dominan, hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi terjadi secara lokal.
Faktor Dinamika Atmosfer
BMKG menjelaskan bahwa kondisi kekeringan saat ini mendapat dorongan kuat dari interaksi El Niño sangat kuat dan IOD positif. Kendati kekeringan masih melanda, cuaca ekstrem berupa hujan lebat tetap membayangi sejumlah daerah lain akibat ketersediaan uap air yang melimpah dari kehangatan suhu muka laut.
Faktor utama lainnya yang memicu hujan adalah pertemuan angin serta aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan MRG. Prediksi BMKG untuk 10 hari setelah 1 November 2026 mengindikasikan bahwa mayoritas wilayah Indonesia didominasi oleh presipitasi kategori menengah sebesar 67,62 persen.
Dinamika pola angin regional juga dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna. Sistem tersebut membentuk zona konvergensi dan perlambatan kecepatan angin yang menstimulasi pembentukan awan konvektif pemicu hujan.
“Oleh sebab itu, meskipun akumulasi dasarian tergolong sedang, probabilitas presipitasi ekstrem harian tetap memerlukan antisipasi mitigasi bencana hidrometeorologi,” tulis BMKG dalam laporan Prakiraan Cuaca Indonesia, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Daftar Wilayah Potensi Hujan
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan dengan intensitas ringan. Namun, terdapat peningkatan hujan dengan intensitas sedang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berstatus siaga terjadi di wilayah Sumatera Barat. Adapun potensi angin kencang turut diwaspadai di wilayah Banten dan Sumatera Barat.








