EKONOMI

Pertamina Dorong Kerja Sama Energi ASEAN di Dewan ASCOPE

Pertamina Dorong Kerja Sama Energi ASEAN di Dewan ASCOPE
Daftar Isi
  1. Fokus Kerja Sama Energi Regional
  2. Dukungan Mitra Internasional
  3. Kunjungan Desa Energi Berdikari

PT Pertamina (Persero) mendorong penguatan kolaborasi antarnegara untuk menjaga ketahanan energi kawasan di tengah meningkatnya tekanan global. Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51 yang diselenggarakan dengan Pertamina sebagai tuan rumah.

Fokus Kerja Sama Energi Regional

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, pertemuan tersebut mengangkat tema “Navigating ASEAN’s Energy Future, Together: Strengthening Resilience through Collaboration” dan dihadiri oleh delegasi dari negara-negara ASEAN, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, serta para pemangku kepentingan industri energi regional. Forum ini menjadi wadah bagi pelaku industri untuk menyatukan kekuatan dalam menghadapi tantangan volatilitas pasar energi global, ketidakpastian geopolitik, dan lonjakan permintaan energi.

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha (SPPU) PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini menjelaskan bahwa kerja sama regional sangat krusial untuk memastikan masa depan energi ASEAN yang aman, terjangkau, tangguh, dan berkelanjutan. Dalam sesi roundtable meeting, Emma membacakan komitmen bersama yang disepakati oleh perusahaan energi nasional anggota ASCOPE.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan sektor hulu migas, penguatan konektivitas rantai pasok gas regional, serta inovasi energi bersih dan berkelanjutan. Selain itu, para anggota sepakat mendorong penurunan emisi metana, mengembangkan teknologi carbon capture and storage (CCS) serta carbon capture, utilization, and storage (CCUS), dan memperluas kemitraan strategis bisnis di antara anggota maupun mitra lainnya.

Dukungan Mitra Internasional

Dukungan terhadap penguatan kolaborasi ini datang dari Society of Petroleum Engineers (SPE). Simon Seaton yang mewakili SPE menyambut baik partisipasi perdana organisasi tersebut dalam forum ASCOPE, mengingat pertumbuhan jumlah pakar perminyakan di kawasan ASEAN yang kian pesat.

“Kita perlu mencari cara untuk mengembangkan produksi minyak dan gas secara lebih efisien, mempelajari teknologi CCS/CCUS untuk mengekstraksi lebih banyak gas, serta memanfaatkan teknologi dan keilmuan baru guna mendukung ketahanan dan transisi energi,” ujar Simon seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pandangan serupa disampaikan Managing Director Otoritas Pengawas dan Regulasi Minyak dan Gas Brunei Darussalam Shamir Salahudin. Ia menilai kolaborasi lintas negara semakin mendesak untuk mengatasi gangguan geopolitik yang berdampak pada sektor energi.

“Sangat penting bagi negara-negara ASEAN dan perusahaan minyak nasional untuk saling merangkul dan berkolaborasi demi memastikan ketahanan energi di kawasan ini,” ungkap Shamir.

Kunjungan Desa Energi Berdikari

Agenda penguatan ketahanan energi dalam Sidang Dewan ASCOPE ke-51 juga mencakup implementasi nyata transisi energi di tingkat akar rumput. Di sela-sela acara, Pertamina membawa para delegasi berkunjung ke Desa Uma Palak di Denpasar Utara untuk meninjau langsung pelaksanaan program Desa Energi Berdikari (DEB).

Inisiatif berbasis komunitas ini mengintegrasikan upaya pencapaian ketahanan energi dengan ketahanan pangan, yang mendorong masyarakat lokal untuk mandiri sekaligus merasakan manfaat langsung dari pengembangan energi berkelanjutan. Kunjungan ini menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya bertumpu pada kebijakan nasional dan regional, tetapi juga dapat dimulai dari pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.

Mungkin Anda Suka