Samsung memutuskan untuk memangkas produksi ponsel pintar lini kelas entry-level dan mid-range atau seri Galaxy A hingga 20 persen pada kuartal keempat 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas lonjakan harga RAM dan komponen lainnya di pasaran.
Alasan Pemangkasan Produksi Ponsel
Seperti dilaporkan oleh Liputan6.com, laporan dari ETNews via 9to5Google pada Rabu (28/10/2026) menyebutkan bahwa pemangkasan tersebut berdampak pada pengurangan sekitar 10 juta unit ponsel seri Galaxy A sepanjang tahun 2026 dibandingkan rencana awal. Tidak berhenti sampai di situ, perusahaan asal Korea Selatan itu juga berencana melanjutkan pemangkasan produksi lini tersebut lebih dari 10 persen pada 2027.
Kebijakan pengetatan ini dilakukan demi mengalihkan alokasi sumber daya ke lini produk flagship. Kategori ponsel kelas atas dinilai jauh lebih berpeluang mendatangkan profit di tengah kondisi pasar saat ini apabila dibandingkan dengan seri menengah.
Dampak Lonjakan Biaya Komponen
Kenaikan harga komponen memori serta chipset yang kian membengkak kini menyedot hampir separuh dari total biaya produksi ponsel kelas menengah. Situasi ini dinilai tergolong kritis, khususnya bagi divisi Mobile Communications (MX) Samsung Electronics yang mengalami kerugian pada tahun ini.
Kendati margin keuntungan dari lini tersebut lebih kecil, perangkat kelas entry-level dan mid-range selama ini memegang porsi yang sangat besar terhadap total penjualan perusahaan. Ponsel terlaris Samsung hampir selalu berasal dari seri Galaxy A, meskipun jajaran Galaxy S26 sempat mencetak rekor penjualan pada awal tahun.







