Daftar Isi
Pusat data yang menjadi fondasi utama aktivitas internet dan ledakan kecerdasan buatan kini memicu gelombang penolakan di berbagai penjuru dunia. Fasilitas raksasa penopang layanan seperti ChatGPT ini menuai kritik tajam akibat konsumsi listrik yang sangat masif dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya.
Pertumbuhan Pesat dan Skala Fasilitas yang Membesar
Berdasarkan data dari Data Center Map, jumlah pusat data di seluruh dunia kini mencapai sekitar 12.250 lokasi, meningkat drastis dibandingkan tahun 2021 yang mencatat sekitar 8.000 lokasi operasional. Amerika Serikat mendominasi dengan 4,767 lokasi, disusul oleh Eropa yang dipimpin oleh Inggris dan Jerman, sementara kapasitas terbesar dipegang oleh Amerika Serikat dan China.
Fasilitas ini kini dibangun dengan ukuran yang semakin masif di wilayah pedesaan untuk menampung komputer dan server canggih. Sebagai contoh, fasilitas Colossus 2 akan menampung ratusan ribu cip kecerdasan buatan buatan Nvidia dan menggunakan 41 turbin gas metana untuk memasok daya, yang menuai protes dari para aktivis terkait potensi peningkatan polusi udara, sementara regulator lokal menyatakan turbin tersebut akan memenuhi standar kualitas udara.
Konsumsi Energi Tinggi dan Dampak Lingkungan
Kebutuhan air yang besar untuk mendinginkan sistem memicu kekhawatiran terjadinya krisis air bersih di berbagai wilayah. Secara global, fasilitas-fasilitas ini mengonsumsi lebih banyak listrik daripada seluruh negara Prancis, yang berisiko mendongkrak emisi karbon, membebani jaringan listrik lokal, serta berpotensi menaikkan harga energi.
Kritik publik terhadap polusi suara, penggunaan lahan, dan masalah lingkungan ini telah mendorong sekitar 16 negara bagian di Amerika Serikat mengusulkan undang-undang untuk melarang atau menghentikan sementara pembangunan fasilitas baru. Penolakan serupa juga mulai bermunculan di negara-negara lain seperti Meksiko, Prancis, Indonesia, dan Inggris, serta menjadi isu krusial menjelang pemilu sela pada 3 November mendatang, yang menempatkan para penentang proyek ini berbenturan dengan Presiden Donald Trump yang menepis kritik tersebut.
Dampak Ekonomi dan Solusi Masa Depan
Di sisi lain, para pendukung menilai keberadaan pusat data sangat krusial bagi keamanan nasional dan pengembangan kecerdasan buatan. Fasilitas ini diyakini mampu mendongkrak perekonomian melalui investasi, pendapatan pajak, dan penciptaan lapangan kerja konstruksi, kendati laporan Brookings Center mencatat jumlah lapangan kerja lokal yang tercipta lebih sedikit dari klaim industri, dengan fasilitas skala besar milik raksasa teknologi memberikan dampak positif yang lebih tinggi.
Industri teknologi diperkirakan akan menggelontorkan dana gabungan sebesar $765 miliar untuk infrastruktur kecerdasan buatan pada tahun 2026 dan menembus angka $1 triliun pada tahun berikutnya. Di tengah kekhawatiran dampak lingkungan yang terus meningkat, industri teknologi mulai menjajaki sejumlah alternatif, termasuk menempatkan pusat data di luar angkasa atau di Bulan untuk memanfaatkan energi surya secara melimpah, serta mengandalkan perangkat keras yang sudah ada di dalam komputer dan telepon pintar.
Sumber: BBC News







