KEUANGAN

Harga Perak Antam 3 November 2026 Naik Rp 550

Harga Perak Antam 3 November 2026 Naik Rp 550
Daftar Isi
  1. Rincian Harga Perak Antam
  2. Kondisi Pasar Perak Global
  3. Pergerakan Harga Emas Dunia

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk mengalami penguatan pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Seperti dilaporkan Liputan6.com Bisnis, kenaikan harga perak Antam tersebut terjadi di tengah pergerakan perak dunia yang justru melemah.

Rincian Harga Perak Antam

Berdasarkan informasi dari laman logammulia.com, harga perak Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 550 yang membuatnya berada di posisi Rp 34.650 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, komoditas logam mulia ini dipatok seharga Rp 34.100 per gram.

Dalam penawarannya, Antam menyediakan perak batangan dengan ukuran 250 gram dan 500 gram. Untuk perak batangan ukuran 250 gram, Antam membanderolnya seharga Rp 9.062.500, sementara ukuran 500 gram ditetapkan pada angka Rp 17.325.000.

Kondisi Pasar Perak Global

Berbeda dengan tren domestik, harga perak dunia yang dikutip dari tradingeconomics.com justru merosot 1,82 persen menjadi US$ 49,73. Sebelum penurunan ini, perak sempat diperdagangkan di atas US$ 50,5 per ons setelah mencatatkan lonjakan lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.

Kebangkitan perak dari level terendah dalam hampir satu tahun terakhir tersebut dipicu oleh penurunan harga minyak. Kondisi ini didorong oleh kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan adanya kemajuan dalam perundingan, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan bahwa pemerintahannya memperoleh kewenangan lebih besar dari pemimpin tertinggi negara untuk mengupayakan perundingan damai. Sepanjang tahun ini, perak sempat tertekan konflik Timur Tengah yang mendongkrak harga energi dan memicu inflasi hingga bank sentral menaikkan suku bunga. Aksi jual global pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) turut menambah tekanan pada logam mulia.

Pergerakan Harga Emas Dunia

Sementara itu, harga emas dunia mencatatkan penguatan pada Senin (2/11/2026) waktu setempat atau Selasa pagi waktu Jakarta, bangkit dari level terendah satu tahun akibat penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi. Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot bertambah 1,8 persen menjadi US$ 3.943,62 per ons pada pukul 14.54 waktu setempat, setelah sempat merosot 3,6 persen pada hari Jumat ke posisi terendah sejak Oktober 2025. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turut ditutup naik 1,8 persen ke level US$ 3.969,60 per ons.

Penurunan harga minyak mentah sekitar 8 persen terjadi setelah Iran dan Qatar menggelar perundingan selama tiga hari berturut-turut demi mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran.

“Harga minyak yang lebih lemah memberikan sedikit kelegaan, dalam hal mengurangi kekhawatiran inflasi. Namun, pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga oleh The Fed pada bulan Desember, meskipun probabilitasnya sedikit menurun dalam beberapa sesi perdagangan terakhir,” ujar Wakil Presiden Zaner Metals.

Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember berada di kisaran 75 persen, turun dari 80 persen pada pekan sebelumnya. Analis juga mencatat dampak lanjutan dari aksi jual saham teknologi dan AI pada hari Jumat yang memicu margin call dan penjualan aset safe-haven seperti emas. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari untuk emas naik ke sekitar 37 dari posisi di bawah 30 pada Jumat, menandakan komoditas tersebut keluar dari wilayah jenuh jual.

Perhatian pasar kini tertuju pada pemilihan paruh waktu AS untuk mengevaluasi dampak potensial terhadap kebijakan fiskal, geopolitik, dan sentimen pasar.

“Latar belakang fiskal di AS kemungkinan besar tidak akan mengalami perubahan yang cukup signifikan untuk memberikan dampak bagi emas. Defisit diperkirakan akan terus berlanjut terlepas dari hasil pemilihan paruh waktu (midterm elections), yang mengisyaratkan bahwa beban utang dan bunga AS akan tetap menjadi faktor pendukung bagi emas dalam jangka panjang,” ujar analis Julius Baer, Carsten Menke.

Di pasar spot, harga perak naik 2,9 persen menjadi US$ 50,54 per ons setelah sempat tergelincir di bawah US$ 50 untuk pertama kalinya sejak akhir November 2025. Di sisi lain, harga platinum menguat 1,3 persen ke level US$ 1.449,70 per ons, sedangkan paladium melemah 1,1 persen menjadi US$ 965,91 per ons.

Mungkin Anda Suka