Sebuah perusahaan rintisan pertahanan baru asal Texas bernama Warhound mengemban misi unik untuk mendongkrak kemampuan anjing pelacak serta militer di Amerika Serikat. Perusahaan ini memanfaatkan teknologi rekayasa genetik untuk menciptakan hewan pekerja dengan performa tinggi.
Pendanaan dan Kolaborasi Tokoh Bioteknologi
Inisiatif tersebut merupakan proyek bentukan Ben Lamm dari perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences bersama Palmer Luckey dari Anduril. Seperti dilaporkan detikcom dari TechCrunch pada Minggu (25/10/2026), perusahaan ini baru saja mengamankan pendanaan senilai USD 20 juta dari para investor.
Dalam kerja sama ini, Warhound akan memanfaatkan berbagai inovasi Colossal meliputi genetika, kloning, serta biologi demi menghasilkan hewan yang lebih sehat sekaligus memiliki karakteristik fisik ideal untuk menjalankan misi berat. Di sisi lain, Anduril kebagian tugas menyediakan perlengkapan pelindung kerja, mencakup rompi, pelindung mata dan telinga, serta baju pelindung tubuh.
Tidak hanya itu, Anduril turut merancang teknologi bernama EagleEye yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan anjing beserta pawangnya ketika bertugas di lapangan.
Fokus Pengeditan Gen dan Kloning
Ben Lamm menyatakan bahwa pihaknya telah memulai proses penyuntingan gen pada sampel sel dari kelompok anjing donor perdana mereka. Sasaran utama mereka mencakup ras anjing pekerja andalan militer maupun kepolisian, yakni Belgian Malinois, German Shepherd, serta Labrador.
Tahap awal para ilmuwan Colossal akan memusatkan perhatian pada penyuntingan gen untuk membasmi berbagai penyakit bawaan, mulai dari kanker jenis tertentu, masalah penglihatan, hingga displasia pinggul. Selepas tahap kesehatan rampung, Lamm menjelaskan bahwa pihaknya bakal memberikan modifikasi genetik yang jauh lebih ekstrem guna mendongkrak kelincahan, kecepatan lari, sampai ketajaman indra penciuman hewan tersebut.
Guna mewujudkan hal itu, perusahaan kloning milik Colossal yakni Viagen akan digandeng untuk menggandakan anjing yang susunan genetiknya telah diubah. Lamm menegaskan bahwa teknologi milik Viagen memiliki persentase keberhasilan tinggi dan sempat diterapkan Colossal di program konservasi satwa langka.
Kelompok pertama hasil rekayasa genetika tersebut diproyeksikan lahir pada awal tahun 2027 mendatang. Anjing-anjing ini nantinya dipersiapkan menjalani latihan khusus untuk menjalankan tugas operasional seperti pencarian dan pertolongan atau SAR serta mendeteksi bahan peledak.
Proses pelatihan tersebut nantinya akan didampingi dan bersertifikasi dari American Humane Society. Selepas merampungkan masa pelatihan, satwa-satwa ini siap diterjunkan langsung untuk bertugas di lingkungan penegak hukum, tim tanggap darurat, serta angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Sumber: Inet - Detikcom








