Ford dan Slate sama-sama mengincar target ambisius dengan mengembangkan truk pikap listrik berharga terjangkau di bawah US$30.000 atau sekitar Rp475 juta. Blank Slate Truck dipatok mulai dari US$24.950 ditambah biaya pengiriman US$1.450, sementara Ford Fathom dibanderol mulai US$28.350 ditambah biaya pengiriman US$1.595.
Pendekatan Berbeda pada Sistem Hiburan
Perbedaan mencolok terlihat pada fitur teknologi di dalam kabin kedua kendaraan listrik tersebut. Ford menyampaikan bahwa Fathom akan dilengkapi layar sentuh berukuran besar yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Sebaliknya, Slate tidak menyertakan sistem hiburan konvensional dan menggantinya dengan tempat untuk memasang serta mengisi daya ponsel pengemudi.
Slate tidak sekadar menghilangkan dukungan CarPlay, melainkan mengandalkan ponsel atau tablet pengguna untuk menjalankan fungsi hiburan dan navigasi. Berdasarkan penjelasan Slate kepada InsideEVs, pembaruan perangkat lunak kendaraan dapat diunduh melalui ponsel lalu ditransfer ke truk tanpa memerlukan koneksi seluler bawaan.
Konsep tersebut memiliki kelebihan karena perangkat keras hiburan tidak akan menjadi usang seiring bertambahnya usia kendaraan. Kendati demikian, terdapat kekurangan seperti ukuran layar ponsel yang lebih kecil dibanding layar dasbor khusus. Sejumlah calon pembeli bahkan sudah membahas kemungkinan pemasangan stereo aftermarket atau proyek Raspberry Pi untuk menghadirkan CarPlay ke dalam truk tersebut.
Di sisi lain, Ford memilih jalur yang lebih konvensional bagi Fathom. Selain layar bawaan yang mendukung CarPlay dan Android Auto, truk ini dibekali kunci digital, daya dua arah, serta perangkat keras untuk sistem kemudi bebas genggam BlueCruise generasi berikutnya dari Ford yang memerlukan aktivasi. Ford belum mengumumkan perkiraan jarak tempuh, kapasitas derek, maupun muatan maksimal Fathom, dengan masa prapesanan yang dijadwalkan mulai awal tahun 2027.
Strategi Pemangkasan Biaya Produksi
Perbedaan fitur hiburan ini dipengaruhi oleh cara masing-masing perusahaan menekan biaya pembuatan mobil listrik murah. Slate merancang kendaraannya dari awal dan mempertimbangkan secara ketat komponen yang benar-benar esensial, sedangkan Ford mengandalkan pengalaman manufaktur lebih dari satu abad untuk menyederhanakan teknik perakitan tanpa mengubah interior secara radikal.
Ford menggelontorkan investasi sebesar US$2 miliar guna merenovasi Pabrik Perakitan Louisville agar sesuai dengan Sistem Produksi Kendaraan Listrik Universal. Pabrik tersebut menyatakan bahwa platform baru ini memakai komponen 20 persen lebih sedikit dibanding kendaraan konvensional, selang pendingin 50 persen lebih sedikit, serta kabel yang lebih pendek 4.000 kaki dibandingkan SUV listrik generasi pertama mereka, Mustang Mach-E. Proses perakitan juga diperkirakan 15 persen lebih cepat dari produk pabrik sebelumnya.
Konektivitas ponsel tetap menjadi faktor penting bagi konsumen otomotif saat ini. Berdasarkan studi konsumen otomotif global tahun 2025 oleh Deloitte yang melibatkan lebih dari 31.000 responden di 30 negara, sebanyak 63 persen responden di Amerika Serikat menganggap konektivitas ponsel pintar melalui CarPlay atau Android Auto sebagai hal yang penting pada kendaraan berikutnya.
Pendekatan minimalis ala Slate dinilai bisa menarik sebagian pembeli yang menginginkan pikap listrik dua pintu berharga lebih murah dengan sedikit komponen elektronik. Sementara itu, Fathom yang berkapasitas lima kursi dipersiapkan menjadi kendaraan harian yang menawarkan kenyamanan lebih konvensional.






