EKONOMI

Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Impor Bawang Putih RI

Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Impor Bawang Putih RI
Daftar Isi
  1. Dua Jalur Peningkatan Produksi Bawang Putih
  2. Penguatan Kapasitas Petani dan Ekosistem Usaha
  3. Data Impor Bawang Putih Nasional

Pemerintah menyiapkan skema percepatan peningkatan produksi untuk mengatasi ketergantungan impor bawang putih di dalam negeri yang masih berada di kisaran 90 hingga 95 persen. Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet mengatakan upaya tersebut dijalankan melalui penguatan pendampingan budi daya serta riset terapan.

Dua Jalur Peningkatan Produksi Bawang Putih

Menurut Alim, skema peningkatan produksi ini akan dilaksanakan melalui dua jalur yang saling melengkapi. Jalur pertama berfokus pada percepatan budi daya, yang mencakup penetapan lokasi, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, serta pendampingan teknis di lapangan. Sementara jalur kedua diarahkan pada riset dan kajian guna mendongkrak produktivitas, kualitas hasil, efisiensi input, dan daya saing komoditas tersebut.

Alim menegaskan bahwa inovasi yang digunakan harus benar-benar siap diterapkan dan bukan sekadar potensi, mengingat skala program yang besar. Ia meminta agar lokasi pengembangan dan jadwal tanam dirinci secara tepat agar dukungan dari pemerintah dapat tersalurkan sesuai kebutuhan nyata para petani.

Penguatan Kapasitas Petani dan Ekosistem Usaha

Keberhasilan pengembangan komoditas ini, lanjut Alim, sangat bergantung pada kesiapan petani dalam menguasai teknik budi daya yang tepat. Oleh karena itu, peningkatan literasi, penguasaan teknologi tepat guna, serta pendampingan intensif menjadi bagian utama dari program baru ini.

Dari sisi riset jangka pendek maupun panjang, fokus kajian mencakup pengembangan varietas unggul, perbaikan teknik budi daya, pengendalian hama dan penyakit, serta efisiensi sarana produksi. Di samping itu, penanganan pascapanen seperti penekanan susut hasil saat penyimpanan dan distribusi, pengemasan, serta transportasi juga menjadi perhatian penting agar mutu bawang putih tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Alim menekankan bahwa seluruh upaya penguatan produksi ini harus diiringi dengan pembangunan ekosistem usaha yang terintegrasi. Kemitraan yang jelas, kepastian peran seluruh pihak, serta dukungan kebijakan dan regulasi perlu disiapkan sejak dini guna memastikan hasil panen memiliki jalur pemasaran yang pasti.

Data Impor Bawang Putih Nasional

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor bawang putih Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2026 telah menyentuh angka 229,76 ribu ton. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan apabila dibandingkan dengan perolehan pada kurun waktu yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 178,89 ribu ton.

Mayoritas pasokan impor bawang putih nasional tersebut berasal dari luar negeri, di mana 98 persen di antaranya dipasok dari China dan sisanya didatangkan dari India.

Mungkin Anda Suka