EKONOMI

Mentan Sebut Kondisi Pangan Indonesia Aman di Tengah Krisis

Mentan Sebut Kondisi Pangan Indonesia Aman di Tengah Krisis

Ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi memicu krisis pangan mendorong berbagai negara memperkuat kesiapsiagaan darurat. Di tengah situasi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia patut bersyukur karena kondisi pangan nasional berada dalam posisi yang relatif aman.

Kondisi Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Amran mengatakan bahwa situasi tersebut terwujud berkat kerja keras para petani, dukungan pemerintah, serta penerapan kebijakan strategis untuk menggenjot produksi dan mencapai kemandirian pangan nasional. Kemampuan mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri dinilai menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai gejolak global.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap ancaman krisis pangan mendorong setidaknya 33 negara di dunia mengeluarkan imbauan kepada warganya agar menyiapkan persediaan kebutuhan dasar di rumah. Sejumlah negara tersebut meminta masyarakat menyimpan makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan darurat selama minimal 72 jam.

Langkah antisipasi di berbagai negara itu dilakukan menyusul potensi risiko yang dapat melumpuhkan kehidupan masyarakat. Berbagai ancaman tersebut meliputi konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber pada infrastruktur, hingga hambatan dalam rantai pasok serta distribusi bahan pokok.

Kekuatan Cadangan Beras Indonesia

Berbeda dari negara-negara yang harus menyiapkan stok darurat akibat kekhawatiran pasokan, Indonesia didukung oleh cadangan beras yang kuat sebagai penyangga ketahanan pangan. Berdasarkan data per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah yang berada di bawah pengelolaan Perum Bulog mencapai kisaran 4,5 juta ton.

Selain cadangan dari Bulog, terdapat potensi beras dari tanaman padi atau standing crop yang siap dipanen sekitar 10 juta ton, serta persediaan di sektor hotel, restoran, dan katering yang juga mencapai sekitar 10 juta ton. Total ketersediaan beras nasional diproyeksikan menyentuh angka 25 juta ton, sementara tingkat kebutuhan beras dalam negeri berada di kisaran 2,5 juta ton setiap bulannya.

Amran menegaskan bahwa kemampuan bangsa untuk mempertahankan swasembada beras tanpa bergantung pada pasokan luar negeri merupakan pilar utama dalam menjaga kedaulatan pangan. Pemerintah berkomitmen menekan ketergantungan impor guna melindungi masyarakat dari risiko penahanan ekspor oleh negara lain tatkala jalur perdagangan internasional mengalami gangguan konflik.

Guna menjaga kesinambungan produksi tersebut, Kementerian Pertanian terus menggerakkan berbagai program prioritas seperti optimalisasi lahan, pompanisasi, rehabilitasi saluran irigasi, distribusi benih unggul, serta peningkatan produktivitas. Pemerintah juga melakukan langkah mitigasi terhadap ancaman perubahan iklim dan potensi musim kering agar hasil panen tetap terjaga dengan baik.

Pemerintah akan terus memperkuat produksi dalam negeri, memastikan ketersediaan cadangan pangan, serta melindungi petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional, seperti disampaikan Amran dalam keterangan tertulis pada Minggu (01/11/2026).

Mungkin Anda Suka