EKONOMI

Pedagang Jajanan Keluhkan Kenaikan Harga Tepung Terigu dan Tapioka

Pedagang Jajanan Keluhkan Kenaikan Harga Tepung Terigu dan Tapioka
Daftar Isi
  1. Keluhan Pedagang Cilor dan Takoyaki
  2. Dampak Kenaikan ke Bahan Lain
  3. Tanggapan Menteri Pertanian

Sejumlah pedagang makanan berbahan dasar tepung di kawasan Jakarta Selatan mengaku menghadapi kenaikan harga bahan baku yang menekan keuntungan penjualan mereka. Kondisi ini membuat para pedagang harus memutar otak untuk mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga pangan.

Keluhan Pedagang Cilor dan Takoyaki

Pedagang Cilor Al Sakti mengatakan harga tepung tapioka yang digunakannya saat ini mencapai Rp16 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp14 ribu per kilogram, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Meskipun bahan baku naik, ia tidak mengurangi porsi cilor yang dijual dan menanggung tekanan laba penjualan.

Sakti memastikan usahanya masih memperoleh keuntungan lebih tipis, yang terbantu oleh penjualan menu lain seperti makaroni telur dan bihun telur. Sementara itu, pedagang takoyaki keliling bernama Nano juga mengalami kenaikan harga tepung namun tetap mempertahankan porsi dagangannya demi menjaga pelanggan.

Nano menjual takoyaki seharga Rp10 ribu per porsi berisi delapan buah dan mengaku masih memiliki sedikit keuntungan karena tidak perlu membayar biaya sewa tempat. Saat ramai, penggunaan tepung dalam usahanya bisa mencapai 10 kilogram dalam sehari.

Dampak Kenaikan ke Bahan Lain

Seorang pedagang jajanan seperti odading, donat, kue bantal, onde, dan cakwe di Jakarta Selatan memilih belum menaikkan harga jual meski harga bahan baku terus meningkat. Menurutnya, harga tepung terigu per karung naik dari Rp200 ribu menjadi Rp210 ribu, sementara minyak goreng naik sekitar Rp2 ribu per liter.

Di sisi lain, toko bahan kue Baking Story di kawasan Mampang menunjukkan harga beberapa jenis tepung masih stabil, seperti tepung terigu protein sedang merek Segitiga Biru di kisaran Rp14.500 per kilogram dan tepung tapioka mencapai Rp34 ribu.

Tanggapan Menteri Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi keluhan masyarakat soal harga tepung tapioka yang melonjak di tengah rencana pemerintah mengekspor singkong. Ia menilai rencana ekspor tersebut menunjukkan produksi singkong dalam negeri berlebih dan membuka peluang penjualan ke pasar luar negeri dengan harga yang lebih baik.

Rencana ekspor singkong ini memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan pasokan bahan baku industri tepung di tengah keluhan masyarakat di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut harga tepung tapioka melonjak dari kisaran Rp8.000 hingga Rp10 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, bahkan ada yang melaporkan kenaikan harga per karung dari Rp175 ribu menjadi Rp325 ribu.

Mungkin Anda Suka