Perluasan konektivitas internet di berbagai wilayah Indonesia semakin memudahkan masyarakat yang terpisah jarak untuk saling berkomunikasi. Kemajuan teknologi digital ini efektif mendekatkan para perantau dengan keluarga mereka di kampung halaman.
Kisah Para Mahasiswa Perantau
Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah Hedwiga Teofania Palentek (19), mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga Surabaya. Perantau asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini menuturkan bahwa keluarganya tetap memiliki ikatan emosional yang kuat meskipun terpisah jarak yang jauh di Balikpapan dan Toraja, seperti dilaporkan detikINET.
Hedwiga sebelumnya sempat mengalami kendala komunikasi akibat konektivitas yang belum merata, mengingat keluarganya di Balikpapan tidak selalu berada di tengah kota dengan jaringan yang baik, sementara keluarganya di Toraja tinggal di kawasan perbukitan desa yang sulit sinyal. Berkat peningkatan kualitas internet di Indonesia, proses komunikasi kini menjadi jauh lebih mudah.
Internet biasanya banyak digunakan untuk menghubungi keluarga yang ada di Balikpapan dan Sulawesi Selatan, hanya sekedar berbicara lewat telepon saja ternyata bisa menjaga stabilitas hubungan saya dengan keluarga, kata Hedwiga kepada detikINET.
Aplikasi pesan singkat menjadi sarana utama bagi Hedwiga untuk berbagi pesan teks serta foto dengan keluarganya. Pengalaman serupa juga dirasakan Radya Chairunnisa Dewi (18), mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung yang merantau dari Cirebon.
Adanya internet membantu saya berkomunikasi dengan keluarga di Cirebon dengan menyediakan media untuk mengirim pesan dengan cepat serta teleponan untuk berkabar ke keluarga dari sewaktu-waktu, kata Radya kepada detikINET.
Sementara itu, Josua Erlangga (24) memanfaatkan pemerataan konektivitas untuk mencoba berbagai fitur internet guna membagikan kabar kepada keluarganya di Medan, Sumatera Utara. Josua rutin mengabarkan aktivitasnya selama merantau di Jakarta untuk menempuh kuliah pascasarjana sekaligus bekerja.
Dengan adanya sosial media kita dapat mendekatkan orang yang jauh. Dengan adanya berbagai fitur, seperti saling berkirim pesan, mengobrol dari telepon, hingga dapat melalukan video call dengan keluarga yang ada di Medan, kata Josua kepada detikINET.
Upaya Pemerintah Lewat Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berupaya mengejar pemerataan akses internet di seluruh penjuru Indonesia. Berdasarkan data Komdigi, *coverage prediction* pada kuartal pertama 2026 dari total populasi Indonesia yang mencapai 270.051.626 jiwa menunjukkan persentase populasi yang ter-cover jaringan 4G sebesar 98,96 persen, sedangkan persentase luas permukiman yang ter-cover jaringan 5G mencapai 26,83 persen.
Saat ini, pemerintah memusatkan perhatian pada wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas sekaligus berupaya menjaga kualitas layanan. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto menyatakan bahwa pemerintah bertekad agar tidak ada lagi daerah di Indonesia yang tertinggal dari akses konektivitas digital.
Kita selalu berusaha untuk bagaimana meningkatkan konektivitas digital kita ini. Sampai ke pelosok wilayah Indonesia tidak ada yang tidak kena, blankspot lagi, ujar Wayan saat berada di Jakarta pada Sabtu (12/9) silam.
Sumber: Inet - Detikcom







