UMUM

BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Masif untuk Karhutla

BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Masif untuk Karhutla
Daftar Isi
  1. Pelaksanaan Operasi dan Pengerahan Armada Pesawat
  2. Fokus Wilayah dan Pemetaan Potensi Awan
  3. Koordinasi Lintas Lembaga dan Pemetaan Risiko

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada tahun ini dilaksanakan secara masif guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Langkah tersebut ditargetkan dapat menciptakan kondisi wilayah yang berpotensi basah pada pekan ini.

Pelaksanaan Operasi dan Pengerahan Armada Pesawat

Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/10), bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tersebut menjadi salah satu yang terbesar pernah diadakan di Indonesia. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, total ada sembilan pesawat dikerahkan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, sedangkan enam pesawat lainnya beroperasi di Sumatra Selatan menggunakan armada Hercules CN-295 serta pesawat milik TNI.

Dalam praktiknya, OMC mengombinasikan penggunaan dry ice dan natrium klorida atau garam. Faisal berharap pekan ini menjadi periode basah sehingga meningkatkan potensi curah hujan di sejumlah kawasan yang masih mengalami kebakaran.

Fokus Wilayah dan Pemetaan Potensi Awan

BMKG memberikan perhatian khusus pada daerah yang mempunyai tingkat kebakaran cukup tinggi, yakni Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah. Faisal menegaskan pihaknya berkomitmen bekerja keras memadamkan kebakaran di kedua provinsi tersebut secara maksimal.

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi pertumbuhan awan di Kalimantan Tengah tergolong tinggi mulai Senin (26/10) sampai lima hari ke depan. Adapun di Sumatra Selatan, potensi pertumbuhan awan yang tinggi dimulai Selasa (27/10) hingga lima hari berikutnya.

Koordinasi Lintas Lembaga dan Pemetaan Risiko

Pelaksanaan operasi ini melibatkan kerja sama antara BMKG, Kementerian Kehutanan, BNPB, dan TNI berdasarkan arahan Presiden Prabowo serta Menko PMK Sugiyono. Selain itu, BMKG memperoleh penugasan dari Panglima TNI, KASAD, dan Kepala BNPB untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hingga tingkat kecamatan untuk kurun waktu sepekan ke depan.

Faisal menjelaskan, data mingguan sampai akhir November sudah dipersiapkan dengan pembagian klasifikasi risiko mulai dari tingkat sangat tinggi hingga tinggi. Terkait data luasan lahan yang terbakar, Faisal menyerahkan informasi tersebut kepada BNPB agar penyampaian data tetap satu pintu dan terhindar dari perbedaan data teknis.

Mungkin Anda Suka