Pusat Siber Angkatan Darat (PUSSIBERAD) menggandeng CODEPOLITAN untuk menyelenggarakan ajang Kartika Cyber Hackathon 2026 guna meningkatkan inovasi teknologi di tengah ancaman digital yang semakin meningkat. Kompetisi ini menantang para pengembang, praktisi keamanan siber, akademisi, serta komunitas teknologi untuk merancang solusi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi memperkuat infrastruktur pertahanan siber TNI AD.
Kolaborasi Sektor Sipil dan Militer
Kresna Galuh D. Herlangga selaku CEO & Founder CODEPOLITAN menyatakan bahwa sinergi antara talenta sipil dan institusi militer sangat krusial dalam menghadapi kompleksitas ancaman siber saat ini. Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang teknologi biasa, melainkan wadah untuk membangun kerja sama yang kuat antara komunitas teknologi, masyarakat sipil, dan militer.
“Kartika Cyber Hackathon 2026 bukan sekadar kompetisi teknologi, melainkan momentum membangun kolaborasi erat antara komunitas teknologi, masyarakat sipil, dan militer. Keahlian serta inovasi talenta lokal harus menjadi kontribusi nyata bagi pertahanan negara,” ujar Kresna dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Penyelenggara menyediakan empat kategori tantangan utama yang dapat dipilih peserta berdasarkan bidang keahlian masing-masing, yakni kategori Penindakan untuk penanganan cepat insiden siber, Penangkalan yang fokus pada mitigasi risiko serangan, Dukungan Teknologi untuk pembangunan infrastruktur sistem keamanan, serta Siber Sosial yang berfokus pada solusi penanggulangan dampak dinamika sosial dari keamanan siber.
Ketentuan Kompetisi dan Hadiah
Ajang ini terbuka bagi peserta perorangan maupun tim dengan jumlah anggota maksimal tiga orang. Setiap peserta diberikan durasi waktu selama empat minggu untuk merancang solusi digital yang harus dikumpulkan dalam bentuk proposal, dokumentasi teknis, serta video demonstrasi prototipe. Guna membantu proses pengerjaan, panitia juga menyediakan dua sesi webinar gratis.
Setelah tahap penyisihan, sebanyak 10 tim dengan perolehan nilai tertinggi akan melaju ke babak final secara luring di Jakarta yang diselenggarakan bersamaan dengan acara Kartika Cyber Conference. Di hadapan dewan juri, para finalis wajib mempresentasikan langsung prototipe karya mereka.
Total hadiah yang diperebutkan bernilai lebih dari Rp 100,7 juta yang disertai dengan trofi, akses kelas online CODEPOLITAN selama setahun, sertifikat digital, serta bootcamp ethical hacking JagoanSiber sebanyak delapan sesi. Poin menarik lainnya adalah anggota tim peraih Juara 1, 2, dan 3 berhak memperoleh Golden Ticket untuk mengikuti Seleksi Bintara Siber TNI AD, sementara prototipe terpilih juga berpeluang dikembangkan lebih lanjut untuk diimplementasikan langsung pada sistem pertahanan TNI Angkatan Darat.
Seluruh informasi mengenai pendaftaran dan petunjuk teknis bagi praktisi siber maupun talenta digital yang ingin berpartisipasi dapat diakses melalui situs resmi kartikacyberhackathon.id.
Sumber: Liputan6.com Game







