UMUM

Manusia Hentikan Siklus Alami Bumi Selama Jutaan Tahun

Manusia Hentikan Siklus Alami Bumi Selama Jutaan Tahun

Alam sebenarnya sudah bersiap ketika lapisan es di kutub mulai tumbuh kembali sekitar 2.000 tahun yang lalu sebagai tanda bahwa bumi hendak memasuki zaman es berikutnya. Namun, para ilmuwan menyebutkan bahwa peristiwa tersebut urung terjadi akibat ulah manusia sendiri, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.

Gagalnya Siklus Alami Zaman Es

Secara teknis, bumi masih berada dalam masa zaman es yang berlangsung sejak 34 juta tahun lalu karena es di Antartika dan Greenland tidak pernah sepenuhnya mencair. Di dalam kurun waktu tersebut, bumi berulang kali berganti antara masa dingin yang membekukan daratan dan masa hangat yang mencairkannya, di mana manusia kini menikmati masa hangat yang dimulai sekitar 11.700 tahun lalu.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lapisan es kuno di Amerika Utara sebenarnya mulai menyusut hingga ukuran terkecil sekitar 3.000 tahun lalu, lalu mulai tumbuh kembali 2.000 tahun silam. Semuanya berjalan sesuai pola yang telah berulang jutaan tahun sebelum akhirnya berhenti secara tiba-tiba.

Proses itu baru saja dimulai, segalanya normal, zaman es berikutnya hendak tiba, dan tiba-tiba berhenti, ujar Nicolás Young, peneliti dari Universitas Columbia yang memimpin kajian ini, seperti dikutip dari IFL Science.

Dampak Jangka Panjang Aktivitas Manusia

Bukti dari sisa-sisa lapisan es di Kanada menunjukkan bahwa es terus tumbuh hingga sekitar 60 tahun lalu sebelum suhu naik dan pertumbuhannya terhenti seketika. Pemanasan yang dipicu aktivitas manusia tercatat telah mencukupi untuk menahan laju pendinginan yang seharusnya terjadi.

Profesor Shaun Marcott memperkirakan perubahan iklim buatan manusia dapat menunda datangnya zaman es berikutnya selama ratusan ribu tahun. Manusia kini telah menjadi kekuatan geologis yang mampu menggagalkan siklus alami jutaan tahun dan mengubah iklim bumi untuk masa depan yang jauh ke depan, tulis tim peneliti dalam jurnal Science.

Perubahan ini tidak hanya berarti tidak ada es yang meluas, tetapi hilangnya siklus zaman es juga akan berdampak pada sistem biologi dan fisik bumi yang telah berevolusi bersamanya selama dua juta tahun terakhir. Para ilmuwan menyebutkan bahwa kemungkinan bumi kembali ke siklusnya jika emisi karbon dikurangi masih terbuka, tetapi hasilnya belum dapat dipastikan.

Mungkin Anda Suka