PT Fore Kopi Indonesia Tbk mengonfirmasi terjadinya insiden akses tanpa izin terhadap platform pengelola data pelanggan mereka. Investigasi awal dari pihak perusahaan mendapati bahwa insiden kebocoran data ini berdampak pada sekitar 5,7 juta akun pelanggan.
Investigasi dan Penanganan Keamanan
Berdasarkan keterangan tertulis perusahaan pengelola Fore Coffee pada Rabu (28/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia, sebagian data pelanggan telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang dengan rincian informasi yang berbeda-beda tiap individu. Informasi yang terdampak dapat mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat terdaftar di aplikasi, riwayat pembelian, serta PIN dalam bentuk *hash* (*hashed PIN*).
CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak oleh insiden keamanan siber tersebut. Vico menegaskan bahwa perlindungan terhadap data pelanggan merupakan tanggung jawab utama perusahaan.
Pihak Fore memastikan bahwa aplikasi mereka sama sekali tidak pernah meminta ataupun menyimpan nomor induk kependudukan serta foto KTP milik pelanggan. Selain itu, informasi pembayaran seperti rincian kartu kredit dan debit tersimpan pada platform terpisah sehingga dipastikan aman dan tidak terdampak insiden tersebut.
Perusahaan menyatakan telah berhasil menghentikan aktivitas tanpa izin serta mengamankan sistem terkait dalam kurun waktu 24 jam setelah kejadian teridentifikasi. Langkah penanganan yang dilakukan meliputi pengujian keamanan menyeluruh, penanganan kerentanan sistem, pembaruan platform ke versi paling baru, serta penerapan proteksi tambahan.
Langkah Lanjutan dan Imbauan bagi Pelanggan
Untuk menuntaskan persoalan ini, Fore menunjuk konsultan keamanan siber independen guna menjalankan investigasi forensik terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi relevan yang saat ini masih terus berjalan. Perusahaan juga sudah melaporkan insiden kebocoran data ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sebagai langkah mitigasi, pihak perusahaan telah menghubungi para pelanggan yang terdampak secara langsung. Pelanggan yang menerima pemberitahuan tersebut diminta untuk segera mengganti PIN akun Fore mereka atau membuat PIN baru jika belum memilikinya, serta mengubah PIN pada akun lain yang memakai kombinasi serupa.
Fore menjelaskan bahwa aplikasi mereka sudah dilengkapi dengan fitur autentikasi dua faktor untuk proses masuk melalui perangkat baru. Hingga pernyataan ini dirilis, perusahaan belum menemukan adanya indikasi penyalahgunaan terhadap informasi pelanggan yang sempat diakses.
Kendati demikian, pelanggan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk panggilan telepon, pesan singkat, email, maupun pesan WhatsApp yang mencurigakan dan mengatasnamakan perusahaan. Pelanggan juga diingatkan agar tidak pernah memberikan PIN maupun kode OTP kepada pihak mana pun.
Vico menuturkan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah memberikan dukungan kepada pelanggan terdampak, merampungkan proses investigasi, serta memperkuat sistem keamanan berdasarkan hasil penelusuran. Pelanggan yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dapat mengirimkan pesan ke alamat email [email protected].







