INTERNET

Google Kenalkan Gemini 4 Carbon, AI Canggih untuk Pemrograman

Google Kenalkan Gemini 4 Carbon, AI Canggih untuk Pemrograman

Google memperkenalkan Gemini 4 Carbon, model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk menangani pekerjaan pemrograman kompleks dan keamanan siber. Namun, aksesnya masih dibatasi dan belum tersedia bagi pengguna umum.

Peningkatan Kemampuan dan Hasil Pengujian

Carbon hadir sekitar dua minggu setelah Google meluncurkan Gemini 4 Argon dengan fokus serupa, tetapi versi terbaru ini menunjukkan peningkatan dalam sejumlah pengujian. Seperti dilaporkan Ars Technica pada Jumat (30/10/2026), Gemini 4 Carbon mencatat hasil lebih baik dalam tugas pemrograman, pekerjaan berbasis agen AI, dan analisis keamanan siber.

Google menyatakan model ini mampu menemukan kerentanan serta membantu memperbaiki kelemahan perangkat lunak. Dalam pengujian Artificial Analysis Intelligence Index versi 5.0, Carbon meraih skor 59 dan menempati posisi pertama, meski selisih dengan beberapa model pesaing relatif tipis.

Google juga melaporkan skor 88,2 persen pada SEC-bench Pro untuk menemukan kerentanan, 54,8 persen pada ExploitGym untuk pengujian eksploitasi, dan 71 persen pada CWE-bench untuk memperbaiki kelemahan perangkat lunak. Menurut tim Chrome Google, Carbon lebih dari 10 kali lebih unggul dalam menghasilkan patch berkualitas tinggi dibandingkan model AI dari laboratorium lain, sementara kemampuan menghasilkan kode yang aman meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan Gemini 4 Argon dalam pengujian internal.

Tarif API dan Pembatasan Akses

Meski mencatat hasil yang menjanjikan, Google belum membuka akses Carbon untuk semua pengguna karena kemampuan pemrograman berbasis agen dan keamanan sibernya memerlukan pengujian serta pengamanan tambahan. Google menetapkan tarif awal API sebesar USD 10 atau sekitar Rp181.700 per satu juta token keluaran.

Google mulai memberikan akses kepada sejumlah tim pertahanan siber, kemudian memperluasnya secara bertahap kepada mitra tepercaya melalui program Fairwind. Model ini baru akan tersedia lebih luas setelah pengujian dan penyempurnaan sistem pengamanannya dinilai memadai.

Token masukan yang tersimpan mendapat diskon 95 persen dari tarif standar sehingga biayanya menjadi sekitar USD 0,10 atau Rp1.817 per satu juta token. Tarif awal tersebut dilaporkan akan naik setelah periode promosi berakhir, namun Google belum menetapkan tanggal perubahan harga khusus untuk Carbon.

Mungkin Anda Suka