Daftar Isi
Usulan pajak miliarder di California, Amerika Serikat, menerima penolakan dari kelompok pengusaha kaya dan industri teknologi menjelang pemungutan suara pada 3 November 2026. Kelompok tersebut menggelontorkan dana lebih dari US$ 300 juta atau setara Rp 5,4 triliun untuk menggagalkan kebijakan yang mengusulkan pajak satu kali sebesar 5% atas aset para miliarder.
Tantangan dan Perdebatan Kebijakan
Sementara pihak penentang memiliki dana besar, para pendukung baru mengumpulkan sekitar US$ 32 juta atau Rp 580 miliar. Profesor ekonomi di University of California, Berkeley, Brian Galle, yang ikut menyusun usulan tersebut, menyebutkan bahwa materi kampanye penentang memuat informasi yang tidak sesuai dengan rancangan kebijakan. Salah satu selebaran bahkan mengeklaim pajak itu bisa menyasar tabungan pensiun masyarakat umum.
Relawan kelompok Patriotic Millionaires yang mendukung kebijakan itu, Ashley Craig, merasa seolah berada di realitas alternatif saat menemui warga. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (27/10/2026), Craig mengaku sering mendapati warga yang keliru mengira ada ketentuan tersembunyi yang membuat semua orang dikenai pajak.
Usulan yang dikenal sebagai Proposition 40 ini akan ditentukan lewat pemungutan suara mendatang. Profesor ilmu politik di Sonoma State University, David McCuan, menyampaikan bahwa besarnya dana kampanye penentang menjadikan pemungutan suara ini sebagai salah satu referendum paling mahal di AS.
Perbedaan Sikap Politik dan Tokoh Teknologi
Sejumlah tokoh industri teknologi dan investor modal ventura turut menentang kebijakan tersebut, termasuk pendiri Google Sergey Brin, pendiri DoorDash Tony Xu, salah satu pendiri Stripe Patrick Collison, John Doerr, Michael Moritz, dan Vinod Khosla. Profesor bisnis dan kebijakan publik di Haas School of Business, University of California, Francesco Trebbi, menyoroti bagaimana kekayaan memengaruhi proses politik dan membuat Sergey Brin memiliki suara yang jauh lebih besar dibanding jutaan warga California.
Di sisi politik, Partai Demokrat California mendukung usulan pajak itu, tetapi Gubernur Gavin Newsom menolaknya bersama kandidat gubernur dari Partai Demokrat Xavier Becerra dan mantan anggota Kongres Katie Porter. Newsom menilai rancangan pajak tersebut disusun dengan buruk dan berisiko merugikan California jika para miliarder pindah keluar negara bagian. Total kekayaan sasaran pajak ini diperkirakan mencapai US$ 2,3 triliun atau Rp 41.694 triliun.
Kelompok penentang juga mendukung dua usulan lain, yaitu pelarangan pajak negara bagian baru atas properti pribadi atau yang berlaku surut, serta permintaan agar auditor negara bagian menilai dampak keuangan suatu kebijakan sebelum pemungutan suara. Jika dua usulan itu menang dengan suara lebih banyak daripada Proposition 40, pajak miliarder bisa digagalkan meski memperoleh suara mayoritas.
Hasil Pemungutan Suara dan Optimisme Pendukung
Direktur Survei Public Policy Institute of California, Mark Baldassare, menyatakan bahwa hanya sekitar sepertiga inisiatif warga yang berhasil sehingga beban ada pada pihak pendukung. Namun, kepala staf serikat pekerja kesehatan SEIU, Suzane Jiminez, menyatakan optimisme bahwa pihaknya akan memeroleh suara yang dibutuhkan karena pemilih dapat melihat maksud di balik iklan pendanaan para miliarder.
Jiminez menambahkan bahwa sekitar 3.000 relawan telah turun ke lapangan untuk mendatangi rumah warga, dan para anggota partai justru mendukung mereka meskipun para tokoh Demokrat tidak sejalan. McCuan menilai besarnya dana penentang justru memberikan keuntungan tersendiri bagi kelompok progresif yang dapat menggunakan kegagalan kebijakan tersebut untuk mengkritik kelompok moderat dan perusahaan teknologi besar.








