EKONOMI

Transaksi Koperasi Merah Putih Sentuh Rp403 Miliar

Transaksi Koperasi Merah Putih Sentuh Rp403 Miliar
Daftar Isi
  1. Data Operasional dan 10 Barang Terlaris
  2. Pusat Distribusi Barang Subsidi
  3. Dukungan Operasional di Lapangan

Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Simkopdes memperbarui data operasional dan transaksi Koperasi Merah Putih. Berdasarkan data per Rabu (28/10/2026), nilai transaksi keseluruhan koperasi ini telah menembus angka Rp403,9 miliar.

Data Operasional dan 10 Barang Terlaris

Seperti dilaporkan Liputan6.com Ekonomi, total Koperasi Desa Merah Putih mencapai 83.363 unit dengan perincian sebanyak 79.734 unit telah memiliki akun. Selain itu, terdapat 80.969 koperasi yang mengantongi NPWP serta 61.955 koperasi yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB.

Dari total volume transaksi yang mencapai 105.812 dengan nilai Rp403,9 miliar, Beras Medium SPHP 5 Kg menjadi produk yang paling banyak dibeli masyarakat dengan nilai transaksi mencapai Rp181,5 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh kategori barang lainnya senilai Rp54,8 miliar, disusul minyak goreng dengan nilai transaksi sebesar Rp47,1 miliar.

Berikut rincian lengkap 10 produk terlaris di Koperasi Desa Merah Putih berdasarkan nilai transaksinya:

  • Beras Medium SPHP 5 Kg: Rp181,5 miliar dengan volume transaksi 16,04 juta
  • Barang Lainnya: Rp54,8 miliar dengan volume transaksi 837,9 ribu
  • Minyak Goreng: Rp47,1 miliar dengan volume transaksi 3,22 juta
  • MinyaKita 1 Liter: Rp30,8 miliar dengan volume transaksi 2,12 juta
  • Pupuk NPK Phonska: Rp25,6 miliar dengan volume transaksi 13,71 juta
  • Pupuk Urea N 46%: Rp18,9 miliar dengan volume transaksi 10,36 juta
  • Gas LPG 3 Kg: Rp15,4 miliar dengan volume transaksi 957,8 ribu
  • Beras: Rp7,5 miliar dengan volume transaksi 587,1 ribu
  • Gula DN: Rp1,4 miliar dengan volume transaksi 88,8 ribu
  • Beras SPHP: Rp875,9 juta dengan volume transaksi 66,8 ribu

Pusat Distribusi Barang Subsidi

Badan Pengelola BUMN bersama Daya Anagata Nusantara atau Danantara memperkuat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa KDKMP diproyeksikan sebagai pusat penyaluran utama seluruh komoditas bersubsidi dari pemerintah.

Visi Presiden menjadikan koperasi desa sebagai sentral distribusi setiap barang bersubsidi agar datanya terpusat di sana, ujar Dony Oskaria seperti dikutip Antara pada Selasa (27/10/2026). Jaringan koperasi desa dan kelurahan tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan serta armada distribusi milik BUMN.

Kolaborasi konkret ini diwujudkan oleh PT Pertamina Patra Niaga bersama Pupuk Indonesia Holding Company dalam membangun ekosistem distribusi pangan dan energi berbasis koperasi. Pasokan penting seperti LPG bersubsidi, MinyaKita, dan pupuk disalurkan secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan warga di tingkat lokal.

Dukungan Operasional di Lapangan

Dony Oskaria telah mengadakan rapat koordinasi khusus dengan jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga dan PIHC guna memastikan kelancaran penyaluran di lapangan. Pasokan tersebut disuplai secara langsung agar masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari koperasi.

Implementasi di lapangan saat ini sudah berjalan dengan pasokan pupuk yang didistribusikan rata-rata 4 hingga 5 ton untuk setiap koperasi. Sementara itu, penyaluran gas LPG disesuaikan secara dinamis mengikuti tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

BP BUMN dan Danantara berkomitmen mengawal kolaborasi ini secara berkelanjutan agar program KDKMP berjalan optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendongkrak peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas pemerataan hasil pembangunan nasional.

Mungkin Anda Suka