UMUM

Tanda Gempa Bumi Terdeteksi Lewat Perilaku Aneh Hewan

Tanda Gempa Bumi Terdeteksi Lewat Perilaku Aneh Hewan

Jakarta, CNBC Indonesia – Sampai saat ini belum ada cara yang dapat diandalkan untuk memprediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi. Kendati demikian, sejumlah fenomena tertentu disebut bisa menjadi penanda awal, termasuk perubahan perilaku aneh pada hewan.

Perilaku Tak Biasa Hewan Sebelum Gempa

Sejumlah kisah menunjukkan bahwa berbagai jenis hewan melakukan aktivitas yang tidak biasa tepat sebelum gempa bumi melanda suatu wilayah. Seperti yang terjadi di Kota Haicheng, China, pada tahun 1975, di mana banyak hewan menunjukkan gelagat aneh sesaat menjelang bencana.

Berdasarkan catatan yang ada, ditemukan ratusan ekor ular mati di permukaan, hewan ternak menolak masuk ke dalam kandang, serta ayam-ayam yang berlarian ke sana ke mari. Selain itu, anjing-anjing dilaporkan menggonggong tanpa terkendali dan kucing-kucing enggan masuk ke dalam rumah.

Melihat gelagat tersebut, para pejabat setempat langsung mengambil tindakan dengan mengevakuasi seluruh warga kota. Tidak lama berselang, wilayah itu benar-benar diguncang oleh gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,3 yang merusak 90 persen bangunan.

Peristiwa serupa juga terlihat pada tahun lalu di San Diego Zoo Safari Park, di mana segerombolan gajah membentuk formasi lingkaran di sekitar dua ekor anak gajah. Tindakan protektif itu terjadi sebelum gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang kawasan tersebut.

Teori di Balik Kepekaan Hewan

Terdapat banyak pandangan dan teori dari para ahli mengenai alasan di balik aktivitas tidak biasa yang ditunjukkan hewan sesaat sebelum gempa bumi terjadi. Salah satu teori menyatakan bahwa bebatuan yang berada jauh di dalam permukaan Bumi mengalami tekanan yang sangat ekstrem sebelum gempa.

Tekanan ekstrem tersebut pada akhirnya melepaskan perubahan elektromagnetik ke permukaan Bumi yang dapat dirasakan oleh binatang. Selain itu, menurut IFL Science, patahan yang diakibatkan oleh tekanan itu juga melepaskan suara gemuruh dalam frekuensi rendah.

Kemungkinan lain yang mendasari fenomena ini adalah proses perkembangan gempa bumi yang memicu terbentuknya bahan kimia tertentu di alam. Contohnya adalah kemunculan hidrogen di dalam air atau gas ozon di daratan.

Fenomena kimiawi ini pernah tercatat terjadi beberapa hari sebelum gempa bumi melanda Gujarat, India, pada 2021 lalu, di mana para peneliti mendapati adanya lonjakan kadar karbon monoksida. Zat-zat kimia yang berkembang pesat inilah yang kemudian dideteksi oleh hewan-hewan di lingkungan sekitar mereka.

Perbedaan kemampuan alami yang dimiliki setiap jenis satwa juga turut memicu reaksi yang berbeda terhadap perubahan lingkungan tersebut. Sebagai contoh, gajah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan gelombang dengan frekuensi yang sangat rendah, sementara kura-kura dikenal sangat peka terhadap perubahan medan magnet.

Mungkin Anda Suka