Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan pencetakan 45 ribu talenta kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) per tahun untuk memperkuat sumber daya manusia di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem AI yang didukung oleh peta jalan nasional serta pusat pelatihan talenta.
Perkembangan Ekosistem AI di Indonesia
Direktur Kecerdasan Artifisial & Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komdigi RI, Said Mirza Pahlevi, menyampaikan bahwa ekosistem kecerdasan buatan di Tanah Air berkembang dengan sangat pesat. Pertumbuhan tersebut didorong oleh jumlah pengguna internet yang mencapai 235 juta orang serta posisi Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar pengguna AI Generatif dunia.
Di tingkat kawasan ASEAN, tingkat kesiapan pemerintah Indonesia berada di peringkat ke-6, yang menunjukkan masih luasnya peluang untuk mendorong implementasi teknologi tersebut. Pemerintah menetapkan target agar Indonesia tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan bertransformasi menjadi pengembang dan produsen AI.
Strategi dan Regulasi Pemerintah
Upaya mewujudkan target tersebut dijalankan melalui dua langkah utama, yakni penguatan Peta Jalan AI nasional serta penyusunan rancangan aturan etika AI. Di samping itu, pemerintah turut menyiapkan infrastruktur pendukung serta memfasilitasi kesiapan talenta digital guna memastikan penerapan teknologi berjalan optimal, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Seluruh rangkaian strategi percepatan ekosistem kecerdasan buatan tersebut dibahas dalam dialog antara jurnalis Maria Katarina dan Direktur Kecerdasan Artifisial & Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komdigi RI, Said Mirza Pahlevi, pada ajang CNBC Indonesia Awards 2026: Best AI Ecosystem.







