Industri busana global kini diramaikan oleh popularitas kasmir yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari sweter mewah hingga kaus lari. Namun, di balik popularitasnya, bahan kasmir dikenal mahal, sulit perawatannya, serta berdampak buruk pada lingkungan karena hewan penghasilnya merusak padang rumput di Asia Tengah.
Inovasi Bahan Alternatif Bernama Renoa
Sebuah perusahaan rintisan bernama Everbloom mengembangkan serat alternatif bernama renoa yang diklaim dapat dicuci dan ditawarkan dengan harga lebih terjangkau. Bahan ini dibuat dari sumber limbah protein, mencakup sisa kasmir dan wol, serta bulu angsa atau limbah bulu dari industri alas tidur. Everbloom mengolah limbah tersebut menjadi bubuk, memadukannya dengan biopolimer yang dapat terurai secara hayati, lalu mengekstrusinya agar menyerupai diameter serat alami tertentu.
Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat baru-baru ini menyetujui renoa sebagai klasifikasi serat baru pertama dalam kurun waktu 25 tahun yang mengatur pelabelan serat di negara tersebut. Everbloom menghabiskan waktu selama tiga tahun untuk mengembangkan serat inovatif ini dengan bantuan model kecerdasan buatan buatan sendiri yang dirancang khusus untuk ilmu material, di mana tiruan kasmir menjadi produk perdana mereka.
Uji Coba Ketahanan dan Rencana Peluncuran
Seperti dilaporkan TechCrunch, CEO sekaligus salah satu pendiri Everbloom, Sim Gulati, menunjukkan sejumlah produk dari bahan renoa seperti sweter leher bulat, sepasang sarung tangan rajut, serta sebuah syal di kantor pusat perusahaan di New York City. Syal khusus tersebut telah melalui berbagai pengujian ekstrem termasuk dicuci berkali-kali selama berbulan-bulan dan dikeringkan menggunakan mesin pengering tumble dryer tanpa mengalami penyusutan maupun kekusutan.
Saat ini, Everbloom sedang menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar renoa dapat segera diaplikasikan ke dalam produk komersial. Pada tahap awal, renoa kemungkinan besar akan dicampur dengan persentase sekitar 20 persen ke dalam sweter kasmir, dengan perkiraan produk pertama mulai tersedia di pasaran pada kuartal kedua tahun 2027.






