Apple telah menyematkan fitur Lockdown Mode atau Mode Isolasi pada perangkat besutannya sejak 2022. Fitur keamanan ini dirancang secara khusus untuk melindungi pengguna yang berpotensi menjadi sasaran spyware tingkat tinggi, seperti Pegasus buatan NSO Group.
Cara Mengaktifkan dan Batasan Fitur
Seperti dilaporkan Engadget, Lockdown Mode dapat diakses oleh pengguna perangkat dengan sistem operasi iOS 16, iPadOS 16, watchOS 10, serta macOS 13 Ventura atau versi yang lebih baru. Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup membuka menu Pengaturan (Settings), memilih Privasi & Keamanan (Privacy & Security), lalu menekan opsi Lockdown Mode dan melakukan muat ulang perangkat (Turn On & Restart) setelah memasukkan kode sandi.
Ketika fitur ini aktif, sejumlah fungsi harian pada perangkat akan dibatasi demi menjaga keamanan. Di aplikasi Pesan (Messages), sebagian besar lampiran dokumen dan pratinjau tautan akan diblokir karena dapat menjadi pintu masuk bagi spyware. Kinerja JavaScript pada peramban web juga dibatasi, yang dapat menyebabkan beberapa situs web berjalan lebih lambat atau tidak dapat diakses.
Panggilan FaceTime turut dibatasi dan hanya mengizinkan kontak yang pernah dihubungi sebelumnya. Selain itu, koneksi kabel akan dinonaktifkan saat perangkat dalam keadaan terkunci sehingga perangkat tidak dapat berkomunikasi dengan komputer maupun aksesori tanpa kode sandi. Pada koneksi nirkabel, fitur sambungan otomatis ke jaringan Wi-Fi tanpa pengaman dihentikan, serta dukungan untuk jaringan 2G dan 3G dimatikan secara total.
Pengguna juga tidak dapat memasang profil konfigurasi, yang kerap dibutuhkan oleh instansi sekolah atau tempat kerja. Bagi pengguna Apple Watch, notifikasi panggilan telepon dari iPhone tidak akan muncul di jam tangan pintar tersebut. Pembatasan fungsi juga berlaku pada layanan Apple lainnya seperti undangan Home, Game Center, serta fitur berbagi foto.
Ketahanan Keamanan dan Target Pengguna
Perlindungan ketat pada Lockdown Mode terbukti efektif menangkal peretasan. Pada 2023, celah keamanan bernama “Blastpass” sempat dimanfaatkan untuk memasang spyware Pegasus melalui iMessage. Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa perangkat yang mengaktifkan Lockdown Mode sepenuhnya terhindar dari serangan tersebut. Apple bahkan memberikan bonus hingga 100 persen melalui program Security Bounty bagi siapa pun yang mampu menembus sistem pertahanan fitur ini.
Sistem ini tetap memberikan fleksibilitas bagi penggunanya. Pengguna dapat mengecualikan kontak tertentu agar tetap bisa menerima pengiriman dokumen atau video, serta membebaskan situs web dan aplikasi tertentu dari pembatasan. Namun, melonggarkan aturan tersebut berisiko membuka kembali celah kerentanan perangkat dari serangan siber.
Bagi mayoritas pengguna awam, Lockdown Mode sebenarnya tidak terlalu diperlukan karena perangkat Apple telah memiliki sistem perlindungan privasi bawaan yang memadai. Fitur ini lebih diperuntukkan bagi tokoh publik, jurnalis, aktivis, dan politisi yang berisiko tinggi menjadi target pengintaian. Apple juga akan mengirimkan notifikasi khusus apabila mendeteksi adanya indikasi ancaman spyware pada perangkat pengguna.








