Tips dan Trik dalam Mengerjakan Tes Koran, Wajib Baca Ini!

RiauOnline.id, Umum — Salah satu cabang psikotes yang sering diberikan oleh para rekrutmen perusahaan ialah tes koran.

Tes ini terbilang sebuah cabang psikotes yang cukup menyita konsentrasi Anda.

Untuk itu Anda harus senantiasa siap dalam menghadapi psikotes tersebut.

Dalam upaya persiapan diri sebelum menjalani tes tersebut, sebaiknya Anda memulainya dari menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Di samping itu Anda juga harus terus menjernihkan pikiran Anda.

Jangan sampai Anda terlalu khawatir untuk menjalani psikotes tersebut dan juga jangan sampai Anda terlalu santai. Bisa saja, justru tes tersebut menjebak Anda.

Pengertian Tes Koran

Apabila Anda tengah melamar pekerjaan dan mendapatkan panggilan wawancara serta psikotes, tentu Anda akan menghadapi tes atau ujian koran.

Sebab, tes tersebut merupakan salah satu cabang dari psikotes yang paling sering dihadapi para pencari kerja.

Tes koran merupakan salah satu cabang psikotes yang berisi tahap penyelesaian kombinasi bilangan, yang mana pada intinya Anda akan dinilai atau diukur mengenai bagaimana kepribadian Anda, bagaimana wujud kompetensi yang Anda miliki dan seperti apa daya tahan tubuh Anda.

Menurut Dr.J. de Zeeuw tes tersebut merupakan tes yang digunakan untuk mengukur faktor-faktor khusus non intelektual (tes konsentrasi).

Selain penjelasan dari Dr. J de Zeeuw, Anda juga dapat menyimak pengertian dari tes tersebut dari Anne Anestesi.

Anne Anestesi sempat memberikan opininya mengenai tes tersebut yakni sebuah tes yang diberikan guna mengukur atau menilai kecepatan Anda dalam mengerjakan suatu tugas.

Baca Juga:   Chrsitoper Columbus dan Ekspedisi Bangsa Spanyol, Ketika Indonesia Menjadi Rebutan!

Hal ini tentu saja berpatokan dengan terbatasnya waktu yang Anda miliki dalam mengerjakan soal-soal tersebut.

Tujuan atau arah dari cabang psikotes tersebut tidak lain adalah untuk mengukur karakter Anda pada beberapa aspek tertentu atau yang identik dengan psikotes manajerial sesuai dengan visi, misi berikut kebutuhan suatu perusahaan tempat perekrutan tenaga kerja yang Anda lamar.

Terdapat beberapa aspek yang dinilai dalam cabang psikotes tersebut. Aspek-aspek tersebut di antaranya sebagai berikut.

  • Aspek keuletan

Ketika Anda mengerjakan cabang psikotes tersebut maka Anda akan diuji dalam hal keuletan Anda untuk menyelesaikan suatu permasalahan serta persoalan yang rumit, ambigu dan dikerjakan dalam waktu singkat.

Di samping itu, aspek keuletan yang dimaksud juga menyangkut bagaimana tingkat kestabilan Anda dalam mengerjakan uji koran tersebut (konsistensi).

  • Aspek kemauan

Saat Anda mengerjakan tes tersebut, maka Anda juga akan mendapatkan penilaian serta pengukuran dari sisi kemauan, kehendak maupun motivasi Anda dalam hal melamar pekerjaan yang Anda minati tersebut.

Penilaian aspek ini juga dikenal dengan penilaian aspek daya juang.

  • Aspek emosi

Ketika Anda mengerjakan tes tersebut, Anda juga akan mendapatkan penilaian serta pengukuran dari segi kemampuan Anda dalam meredam emosi serta melakukan pengendalian diri ketika sedang ditekan dalam suatu pekerjaan dan waktu yang cukup pelik.

Aspek ini juga dikenal dengan sebutan stabilitas emosi.

  • Aspek penyesuaian diri

Saat Anda mengerjakan tes tersebut, maka Anda juga akan memperoleh penilaian maupun pengukuran dari sisi seberapa jauh kecepatan Anda dalam melakukan penyesuaian diri atau beradaptasi dengan segala sesuatu yang barangkali juga sangat baru bagi Anda.

Baca Juga:   Sejarah Asal Usul Nama Sumatera, Suwarnadwipa Atau Tanah Emas?

Aspek ini juga familiar dengan istilah adaptasi.

  • Aspek stabilitas

Ketika Anda mengerjakan tes tersebut, maka Anda juga akan diukur dari segi tingkat kestabilan Anda dalam mengerjakan tingkatan tes (mental practice stability).

Hal ini karena uji koran tersebut memiliki tahapan tes yang tingkat kesukarannya bertingkat.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Tes Koran

Terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi pengerjaan tes tersebut. Hal-hal tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Kondisi psikis yang tidak stabil.
  2. Kondisi fisik tubuh Anda sedang tidak fit.
  3. Berpikiran negatif seperti psikotes yang susah, psikotes yang menyediakan waktu terbatas hingga psikotes yang begitu banyak.
  4. Kurang percaya diri khususnya yang meragukan kemampuan diri sendiri, merasa pesimis bahwa pengerjaan tes tersebut tidak mudah Anda jalani.
  5. Belum pernah mengerjakan tes tersebut dan membuat Anda down sejak awal.
  6. Terlalu terburu-buru dalam mengerjakan soal-soal tes tersebut.
  7. Kondisi yang kurang nyaman. Misalnya, cara duduk Anda, posisi duduk hingga alat tulis yang kurang lengkap.

Tips dan Trik Mengerjakan Tes Koran

Demi menyukseskan pengerjaan tes tersebut, sebaiknya Anda menyimak beberapa tips dan trik dalam mengerjakan tes tersebut. Apa sajakah?

  1. Bersikap tenang sebelum pengerjaan tes. Dengan bersikap tenang, maka Anda akan terhindar dari risiko psikis yang tidak stabil. Anda dapat mempersiapkan diri hingga merasa tenang dalam menghadapi psikotes tersebut.
  2. Berikan fisik dan psikis Anda istirahat yang cukup.
  3. Bangun pikiran positif dalam diri Anda mengenai tes yang akan Anda jalani. Misalnya, psikotes yang akan berjalan nanti begitu mudah, menyenangkan sekaligus menantang. Anda juga dapat membayangkan efek baik setelah tes tersebut berlangsung seperti diterima di tempat kerja yang Anda lamar.
  4. Mengusahakan diri Anda untuk learning by doing.
  5. Jangan terlalu terburu-buru dalam mengerjakan tes tersebut. Terlebih lagi jangan terlalu termakan asumsi bahwa jawaban yang Anda pikirkan pertama kali adalah benar. Mengapa demikian? Sebab, bisa saja itu adalah salah satu jebakan dari tes tersebut. Usahakan untuk terus tetap fokus, cermat dan teliti dalam mengerjakan tes tersebut.
  6. Jangan sesekali meremehkan kondisi Anda seperti posisi duduk, melakukan pengecekan terhadap kelengkapan alat tulis hingga urusan ke toilet sekalipun. Jika hal-hal tersebut diremehkan maka akan mengganggu jalannya tes Anda. Padahal Anda tentu tidak ingin segala sesuatu yang tidak berpengaruh pada hasil tes tersebut mengganggu Anda, bukan?
  7. Bangun rasa percaya diri pada diri Anda dalam hal pengerjaan psikotes tersebut. Meskipun Anda baru pertama kali mengerjakan tes tersebut, akan tetapi Anda tetap harus percaya diri. Bangun persepsi pada diri Anda, bahwa Anda dapat melakukannya dengan baik.
Baca Juga:   Anjuran Membaca Doa Keluar WC Berdasarkan Hadist Nabi!

Berbagai informasi terkait tes koran tersebut baik berupa pengertian, tujuan, aspek, faktor-faktor yang mempengaruhi hingga tips dan trik dalam mengerjakan tes tersebut sekiranya dapat melengkapi wawasan serta ilmu pengetahuan Anda khususnya bagi Anda yang hendak mengerjakan psikotes.

Semoga psikotes Anda berjalan dengan baik dan lancar. Semoga juga, hasil yang didapat memuaskan.