EKONOMI

Kisah Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia yang Rintis Bisnis dari Sidoarjo

Kisah Lakshmi Mittal, Raja Baja Dunia yang Rintis Bisnis dari Sidoarjo
Daftar Isi
  1. Awal Mula dan Perjalanan Karier
  2. Merintis Pabrik di Sidoarjo dan Ekspansi Global
  3. Kepemimpinan dan Kehidupan Pribadi

Lakshmi Mittal mengubah peta industri baja dunia setelah merintis dan mengembangkan sebuah pabrik baja kecil di Indonesia menjadi ArcelorMittal. Kini, perusahaan tersebut menjelma menjadi produsen baja terbesar di dunia dengan kekayaan Mittal yang ditaksir Forbes mencapai US$29,2 miliar atau setara Rp529 triliun, menempatkannya di peringkat ke-79 orang terkaya sejagat raya.

Awal Mula dan Perjalanan Karier

Lakshmi Niwas Mittal lahir pada 15 Juni 1950 di Sadulpur, Rajasthan, India, dari keluarga Hindu Marwari yang hidup sederhana. Pada 1960-an, keluarganya pindah ke Calcutta dan ayahnya menjalankan pabrik baja di sana. Mittal menempuh pendidikan di St. Xavier’s College, Universitas Calcutta, dan lulus sebagai mahasiswa terbaik dengan predikat first-class honors dalam program sarjana perdagangan.

Perkenalan Mittal dengan industri baja bermula saat ia membagi waktu antara kuliah dan bekerja di perusahaan ayahnya, Mohanlal Mittal, yakni Nippon Denro Ispat pada usia 19 tahun. Setelah lulus pada 1970, ia bergabung dengan bisnis keluarga sebagai anak magang dan mempelajari langsung proses produksi baja.

Merintis Pabrik di Sidoarjo dan Ekspansi Global

Menurut CNN Indonesia, Mittal memutuskan pindah ke Indonesia pada 1976 dan mendirikan pabrik baja miliknya sendiri bernama PT Ispat Indo di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menghabiskan waktu lebih dari satu dekade untuk mengelola pabrik tersebut secara efisien sebelum bergabung ke jaringan bisnis internasional pada 2004.

Strategi bisnis Mittal berfokus pada akuisisi perusahaan rugi, mayoritas perusahaan negara, kemudian mengirimkan tim manajemen untuk melakukan restrukturisasi. Pada 1989, ia membeli pabrik baja milik pemerintah Trinidad dan Tobago yang sedang krisis, yang kemudian berhasil menggandakan produksi dan meraup keuntungan setahun kemudian.

Ekspansi besar berlanjut pada 2004 ketika Mittal menggabungkan Ispat International dan LNM Holdings serta mengakuisisi International Steel Group di Amerika Serikat, membentuk Mittal Steel Co. NV. Dua tahun berselang, Mittal Steel bergabung dengan perusahaan Luksemburg, Arcelor, untuk membentuk ArcelorMittal yang berpusat di Kota Luksemburg.

Kepemimpinan dan Kehidupan Pribadi

Mittal menjabat sebagai CEO perusahaan gabungan tersebut hingga Februari 2021 sebelum posisinya digantikan oleh sang putra, Aditya Mittal. Sementara itu, Mittal beralih posisi menjadi ketua eksekutif untuk mengarahkan strategi perusahaan, dan putrinya, Vanisha Mittal Bhatia, menjabat sebagai direktur.

Mittal menikah dengan Usha Mittal dan kini dilaporkan tinggal di Swiss setelah puluhan tahun menetap di London, Inggris. Di luar bisnis, Mittal kerap menjadi sorotan media berkat pengeluarannya yang besar, seperti membeli rumah 12 kamar tidur di London senilai US$128 juta dan menggelar pernikahan putrinya di Paris pada 2004 seharga US$60 juta.

Mungkin Anda Suka