Pengaruh Hindu Budha di Lombok, Seperti Apa Pengaruhnya Kini?

RiauOnline.id, Sejarah — Pulau Lombok memiliki erat dengan setiap ulasan kita yang membahas seputar dunia pariwisata! Bagaimana tidak, kecantikan dan pesonanya selalu mengundang banyak para wisatawan hingga ke manca negara.

Lalu, bagaimana jika kita sedikit ‘flashback’ mengulas tentang sebuah peradaban yang pernah berdiri dan menguasai Pulau Lombok atau yang lebih kita kenal sebagai ‘Gumi Sasak’ ini.

‘Rumit sih jika harus membahas sejarah masa lampau, harus ada referensi yang akurat sebagai sumber kita!’

So, mari kita mulai dengan kata ‘Sasak’…

Jika banyak orang hanya mengenal Lombok atau Pulau Lombok maka sebutan untuk masyarakat asli yang mendiamin Pulau Lombok ini adalah Suku Sasak.

Suku ini sangat kental dengan adat dan budayanya.

‘Nah, kali ini kita tidak akan ulas fokus pada ‘Suku Sasak ini namun ulasan akan kita coba arahkan pada sebuah peradaban Hindu Budha yang pernah ada di Pulau Lombok ini’

Oh ya,

Kamu pernah ke Lombok nggak?

Jika kamu pernah sampai di tempat ini maka akan terliha nuansa yang sedikit berbeda dari tempat lainnya. Pulau yang terkenal dengan sebutan ‘Pulau Seribu Masjid’ ini sangat eksotik.

‘Budaya, kawasan ini hampir sejajar dengan Bali yang kita kenal dengan ‘Pulau Dewata’ atau surganya para traveller sejat!’

Ada banyak kekayaan budaya yang tersimpan di Gumi Sasak ini, mulai dari kekayaan budaya yang berwujud fisik maupun aktivitas kebudayaan yang selalu mereka jaga dan terus terlestari dengan baik.

Jika mengacu pada pendapat seorang ahli bernama V.J. Herman, Adanya benda-benda yang merupakan hasil temuan penelitian ini merupakan kekayaan budaya material yang dapat menggambarkan tentang aktivitas dan kreativitas kehidupan masa lalu.

UPDATE TERBARU:   Sejarah Asal-Usul Nama Sasak Lombok, kamu 'Wajib' Tahu Lho!

Oleh sebab itu, penemuan-penemuan benda yang merupakan produksi luar menunjukkan hubungan Lombok dengan daerah luar.

‘Tradisi…!’

‘Seni dan Budaya, hingga barang-barang yang bernilai kebudayaan lainnya’

Pada kesimpulan akhirnya, pada akhir zaman prasejarah masyarakat di Indonesia telah mulai mengenal kehidupan secara teratur. Sudah pasti termasuk Lombok di waktu itu!

Jadi, kala itu kan masih dengan sistem barter untuk transaksi jual beli mereka. Nah, pada saat itulah Nenek moyang kita melakukan hubungan dengan dunia luar berbagai peralatan semakin berkembang dengan adanya saling tukar menukar barang, mulai dari perhiasan untuk melengkapi kebutuhan hidup sehari-hari.

Situasi dan kondisi semacam inilah yang pada akhirnya membuat para nenek moyang kita menerima pengaruh Hindu-Budha. Pengaruh agama Budha telah dapat diketahui sejak awal keberadaan kerajaan di Indonesia seperi Kutai, Tarumanegara dan Sriwijaya.

‘Lah, apa hubungannya dengan Lombok?’

Perlu kamu ketahui bahwa,

Gumi Sasak disebutkan pada saat kerajaan Sriwijaya berkuasa wilayahnya meliputi : Sin-to (Sunda), yang berbatasan dengan Yong-ya-lu (Jenggala), Batas Su-chi-ton (Sriwijaya), adalah Suito. Disamping kekuasaan Yong-ya-lu juga Ta-ban (Tumapel), Po-hu-yuan, Ma-teng (Medang), Hsi-ning (?), Teng-che, Ta-kang, Huan-ma-chu, Ma-li (Bali) Niu-lun (Lombok), Tan-jung-wu-lo (Tanjung Pura-Kalimantan), ti-wu (Timor), Peng-ya-i (Banggai, Sulawesi), Wa-nu-ku (Maluku)

Bukti adanya pengaruh agama Budha di Gumi Sasak

Sebelum tuntas penjelasan ini, maka setidaknya ada bukti beberapa benda bersejarah yang merupakan hasil dari pengaruh budaya Hindu di Gumi Sasak ini dapat kamu lihat dari beberapa penjelasan berikut ini:

1. Temuan Archa Budah

Hasil dari sebuah penelitian yang panjang,

Ada sebuah temuan terhadapat 4 (empat) buah arca Budha dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur tepatnya di Batu Pandang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Temuan ini makin memperkuat indikasi jika pengaruh Hindu Budha di Pulau Lombok bukan cerita semata,

Ini Bukti autentik dan merupakan hasil dari penelitian pakar sejarah dalam jangka waktu yang panjang.

Saat ini, bukti-bukti sejarah semacam ini sangat di jaga oleh negara.

Diketahui, Keempat patung Budha tersebut kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Dua di antara patung tersebut dikenal sebagai Tara dan Awalokiteswara.

Menurut Dr. Soekmono, satu di antaranya mirip dengan patung Budha yang terdapat di Candi Borobudur.

2. Penemuan sebuah Genta di Pendua

Selain temuan 4 Archa diatas tadi, ada lagi penemuan Penemuan sebuah Genta di Pendua.

Penemuan ini tepat berada di Desa Sesait, Kecamatan Gangga Lombok Barat.

Sebagai gambaran informasi untuk kita semua, Genta yang ditemukan ini merupakan sebuah benda sejarah yang terbuat dari perunggu, bentuknya menyerupai stupa dengan bagian tangkai bagian atas diberi hias Wajra berujung lima.

Wajra adalah tanda Dewa Indra atau tanda pendeta Budha.

3. Isi Kitab Kertagama

Pengaruh dari kerajaan Majapahit yang beragama Hindu tertulis dalam kitab Kertagama karya Pujangga Mpu Prapanca,

UPDATE TERBARU:   Cara Menghitung Persentase di Excel, Ini Trik Berbagai Perhitungan Mudahnya!

Nama pulau Lombok disebutnya dalam Sarga XIII dan XIV dengan perincian sebagai berikut : Jawa, Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Irian Jaya.

Sesudah gurun maka sampailah kita ke daerah pulau Lombok Mirah Sasak yang utama.

Dengan demikian pengaruh agama Hindu berkembang juga di Lombok, banyak masyarakat di Lombok yang memeluk agama Hindu.

4. Pengaruh Kejaraan Majapahit

Bukti bahwa di Gumi Sasak mendapat pengaruh dari Kerajaan Majapahit sebagai penganut agama Hindu adalah :

Temuan Arca Siwa Mahadewa Tahun 1950, di Batu Pandang, Desa Sapit Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

Arca tersebut bergaya Jawa Tengahan abad IX.

Kemudian tradisi masyarakat Pujut mengatakan tentang asal usul nenek moyangnya dari Majapahit yaitu Raden Mas Mulia.

Di Klungkung, Bali Mas Mulia kawin dengan Putri Dewa Agung Putu Alit bernama Dewi Mas Ayu Supraba.

Dari Bali, Mas Mulia disertai 17 keluarga berangkat menuju Lombok dan menetap di Pujut.

Penutup

Sebenarnya, dari keadaan sekarang saja sudah bisa kita lihat seperti apa kondisi adat dan budaya yang berkembang di Pulau Lombok.

Ini bisa kita jadikan referensi atas kemiripan-kemiripan dari tradisi ‘kuno’ yang terus dilestarikan sebagai bentuk kekayaan budaya suku Sasak di Pulau Lombok ini.

Hal ini menjadi nilai plus untuk Pulau Lombok sebagai icon pariwisata mereka, keren dech Lombok!

One day, you have to try travlleing and explore Lombok Island! Really Excotics guys!

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Tinggalkan komentar