EKONOMI

Kepala BKN Minta ASN Fokus Selesaikan Masalah Warga

Kepala BKN Minta ASN Fokus Selesaikan Masalah Warga

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan berbagai program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Fokus Penyelesaian Masalah Warga

Menurut Zudan, inovasi yang dijalankan oleh para pegawai negeri merupakan hal yang positif, namun harus dipastikan mampu menyelesaikan persoalan secara nyata di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Zudan dalam keterangan resmi pada Sabtu (24/10/2026).

Zudan menegaskan bahwa publik tidak menilai seberapa banyak inovasi yang dibangun, melainkan seberapa banyak masalah dan keluhan yang berhasil dituntaskan. Ia mencontohkan, keberhasilan layanan administrasi kependudukan diukur dari dokumen yang diterbitkan dan persoalan warga yang rampung, sedangkan sektor kesehatan dinilai dari kemudahan akses, kecepatan penanganan, serta kualitas layanannya.

Dalam kesempatan yang sama, Zudan turut mengapresiasi program daerah yang mampu mendongkrak produktivitas pegawai, seperti program Si Zona di Kabupaten Bondowoso yang telah membantu sekitar 60 ASN. Berdasarkan data yang dipaparkan, rerata jarak tempat tinggal menuju lokasi kerja para ASN di sana terpangkas dari sekitar 22 kilometer menjadi 6 kilometer.

Zudan menilai bahwa pegawai yang bekerja dalam kondisi fisik bugar, pikiran jernih, serta hati tenang mempunyai peluang lebih besar dalam memberikan kinerja yang optimal.

Kejar Target Pemetaan 600 Ribu ASN

Sebelumnya, BKN menetapkan target pemetaan atau profiling terhadap 600.000 ASN secara bertahap dan tanpa dipungut biaya bagi seluruh instansi di Indonesia hingga akhir tahun ini. Zudan meminta instansi pusat maupun daerah memanfaatkan program tersebut secara optimal guna mengenali potensi dan kompetensi aparatur secara menyeluruh.

Zudan menyatakan dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9/2026) bahwa pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pegawai secara komprehensif agar penempatan dan pengembangannya sesuai dengan kebutuhan organisasi. Kebijakan pro-ASN ini menjadi instrumen penting dalam membangun manajemen talenta berbasis data, di mana kompetensi, potensi, talent DNA, literasi digital, hingga rencana karier dipetakan secara terarah.

B Guna mewujudkan data talenta nasional tersebut, BKN terus mendorong penuntasan target kepada berbagai instansi pemerintah, termasuk Pemerintah Kota Pekanbaru yang mengikutsertakan 1.255 ASN dalam program profiling. Pemkot Pekanbaru sebelumnya juga telah mengikuti asesmen pada tahun 2025 dengan melibatkan 963 ASN, yang terdiri atas 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN, sementara pada tahun 2026 terdapat 3 peserta CACT serta 1.255 peserta PRO-ASN yang tengah dalam proses.

Mungkin Anda Suka