INTERNET

Kacamata AI Pengganti Resep Dokter: Layakkah Dibeli?

Kacamata AI Pengganti Resep Dokter: Layakkah Dibeli?

Kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan kini semakin populer sekaligus memicu kontroversi terkait privasi. Pengguna yang mengenakan kacamata setiap hari mungkin bertanya-tanya apakah perangkat ini bisa menggantikan kacamata resep mereka.

Pertimbangan Berat dan Daya Tahan Baterai

Sebagian besar kacamata pintar pada dasarnya adalah kacamata biasa yang dilengkapi teknologi tambahan di dalamnya. Dari luar, perangkat seperti Ray-Ban Meta tampak menyerupai kacamata konvensional, dan lensanya dapat diganti dengan lensa resep melalui pemesanan langsung dengan mengunggah resep dokter.

Namun, faktor berat perlu dipertimbangkan karena kacamata biasa umumnya memiliki berat antara 20 hingga 30 gram, sementara kacamata pintar bisa mencapai 80 gram. Penggunaan sepanjang hari akan membuat pengguna mulai merasakan beban tersebut pada wajah mereka.

Selain itu, seperti dilansir Engadget, daya tahan baterai kacamata AI rata-rata hanya mampu bertahan antara 3 hingga 5 jam sebelum habis. Penggunaan seharian penuh akan mengharuskan pengguna mengisi ulang daya secara terus-menerus, dan seluruh fitur AI akan mati saat baterai habis meskipun kacamata tetap dapat berfungsi sebagai kacamata biasa.

Masalah Privasi dan Pembatasan Publik

Aspek privasi menjadi kendala terbesar dalam penggunaan kacamata AI sehari-hari. Meskipun tidak ilegal, daftar lokasi yang melarang perangkat ini terus bertambah, termasuk pengadilan di Inggris dan Wales serta New York yang menyusul pada bulan Juli.

Sejumlah sekolah di berbagai belahan dunia juga melarang para siswanya mengenakan kacamata AI selama jam pelajaran berlangsung. Larangan serupa kerap ditemukan di lingkungan perkantoran karena kekhawatiran terhadap kamera dan audio.

Fitur penerjemahan waktu nyata sederhana berisiko mengunggah percakapan rahasia ke server pihak ketiga. Meta sendiri sempat menghadapi sorotan tajam karena mengizinkan pekerja alih daya mengakses gambar serta video intim yang tertangkap oleh kacamata pintar mereka untuk keperluan peningkatan pengalaman produk.

Faktor sosial juga memengaruhi pengguna hingga sebagian di antaranya memutuskan berhenti mengenakan kacamata AI di tempat umum akibat kecemasan dicap sebagai penguntit. Berbagai keterbatasan teknis dan sosial tersebut menjadikan kacamata AI lebih cocok sebagai pilihan cadangan alih-alih pengganti utama kacamata harian.

Mungkin Anda Suka