Daftar Isi
Kecerdasan buatan (AI) Claude Code dilaporkan menemukan ratusan ribu file yang berkaitan dengan foto dan video yang telah dihapus dari sebuah ponsel Android Google Pixel. Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, temuan ini memunculkan kekhawatiran mengenai privasi dan keamanan data pengguna Android.
Temuan File di Folder Tersembunyi
Seorang pengguna bernama Cooler (@coolerwave) mengklaim Claude Code menemukan 214.856 file yang tersimpan di folder tersembunyi ponselnya. File tersebut masih ada meskipun foto dan video aslinya telah dihapus secara permanen.
Cooler mengungkapkan temuannya melalui sebuah unggahan di platform X. Ia menghubungkan ponsel Google Pixel miliknya ke MacBook, kemudian meminta Claude Code memeriksa keberadaan file media yang masih tertinggal di perangkat.
Dalam pemeriksaan tersebut, Claude Code dilaporkan menemukan folder tersembunyi bernama DCIM/.thumbnails. Folder ini menyimpan salinan pratinjau gambar atau thumbnail dari foto dan video.
Sebagian besar file yang ditemukan disebut berupa salinan gambar terkompresi. Namun, beberapa file lainnya diklaim memiliki ukuran yang hampir sama dengan file aslinya.
Cooler juga mengklaim file tersebut mencakup gambar paspor, tangkapan layar rekening bank, foto pribadi, hingga frasa pemulihan dompet kripto (cryptocurrency seed phrase). Menurutnya, banyak file itu sudah tidak muncul di folder sampah galeri maupun MediaStore, yakni indeks media pada Android, demikian dikutip dari Cyber Security News, Senin (2/11/2026).
Analisis dan Batasan Teknis
Meski demikian, temuan tersebut belum membuktikan bahwa seluruh file merupakan foto dan video unik yang sebelumnya telah dihapus. Perlu ada pemisahan antara gambar asli, salinan preview, file duplikat, hingga data cache lainnya untuk memastikan jumlah sebenarnya.
Perbedaan antara thumbnail dan file asli juga menjadi hal penting. Android memang mendukung pemuatan thumbnail agar aplikasi dapat menampilkan pratinjau berukuran lebih kecil tanpa harus memuat seluruh file media.
Dengan demikian, keberadaan thumbnail tidak serta-merta membuktikan bahwa Claude Code berhasil memulihkan foto asli atau video terhapus yang dapat diputar kembali.
Angka tersebut juga masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Tanpa pemeriksaan yang memisahkan gambar unik, pratinjau berulang, file basis data, dan konten cache lainnya, angka itu masih sebatas hasil yang dilaporkan pengguna, bukan jumlah file yang berhasil dipulihkan secara terverifikasi.
Di sisi lain, klaim bahwa setiap aplikasi yang memiliki akses penyimpanan dapat membaca seluruh gambar yang sudah dihapus juga dinilai terlalu luas.
Android memiliki aturan scoped storage yang membatasi akses aplikasi terhadap file pengguna. Aturan ini wajib diterapkan oleh aplikasi yang menargetkan Android 11 atau versi lebih baru.
Akses terhadap file juga bergantung pada versi Android, izin yang diberikan pengguna, serta lokasi penyimpanan file tersebut. Android 14 bahkan memperkenalkan fitur selected photo access yang memungkinkan pengguna membagikan foto tertentu tanpa harus memberikan akses ke seluruh galeri.
Secara terpisah, Android memiliki izin khusus MANAGE_EXTERNAL_STORAGE yang memberikan akses luas terhadap penyimpanan bersama. Namun, izin ini tidak membuka akses ke direktori yang dilindungi milik aplikasi lain.
Artinya, izin foto biasa dan akses ke seluruh file penyimpanan merupakan dua hal yang berbeda.
Langkah Pencegahan Risiko Keamanan
Meski begitu, pemberian izin aplikasi secara berlebihan tetap dapat menimbulkan risiko keamanan. Cyber Security News sebelumnya juga melaporkan spyware Android yang menyamar sebagai WhatsApp dan Google Photos. Aplikasi tersebut memanfaatkan izin yang diberikan pengguna untuk melakukan pengawasan dan pencurian data.
Untuk mengurangi risiko, pengguna disarankan memeriksa kembali izin akses foto dan penyimpanan pada setiap aplikasi. Cabut izin yang tidak sesuai dengan fungsi aplikasi tersebut.
Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur berbagi foto tertentu jika tersedia, sehingga aplikasi tidak perlu memperoleh akses ke seluruh koleksi gambar.






