EKONOMI

Harga Ayam Peternak Rp21.000 vs Konsumen Rp46.000 Per Kg

Harga Ayam Peternak Rp21.000 vs Konsumen Rp46.000 Per Kg

Kesenjangan harga ayam di tingkat peternak dan konsumen menjadi sorotan pemerintah menyusul perbedaan angka yang cukup jauh. Harga jual di tingkat peternak tercatat berada di kisaran Rp21.000 per kilogram, sementara harga di tingkat konsumen menembus angka sekitar Rp46.000 per kilogram.

Perbaikan Tata Niaga Pangan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kondisi tidak seimbang tersebut perlu segera dibenahi melalui perbaikan tata niaga dan distribusi pangan. Tujuannya agar para peternak bisa memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat dapat membeli dengan harga yang wajar.

Amran mengungkapkan persoalan tersebut dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026 di Makassar. Menurutnya, masalah ketidakseimbangan harga muncul ketika produksi pangan sebenarnya sedang melimpah, namun peternak justru mengeluhkan rendahnya harga jual sementara konsumen masih menghadapi harga yang tinggi.

“Produksi ayam kita surplus, telur surplus, beras juga surplus. Bahkan sudah ada yang kita ekspor. Tetapi peternaknya mengeluh karena harga di tingkat mereka rendah, konsumen juga mengeluh karena harga di pasar tinggi. Ini yang harus kita benahi,” tutur Amran dikutip Antara, Sabtu (24/10/2026).

Dorong Pemangkasan Rantai Pasok

Amran menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi pangan tidak cukup hanya bertumpu pada penjagaan ketersediaan pasokan semata. Pemerintah juga harus memastikan proses distribusi berjalan efisien agar keseimbangan harga antara produsen dan konsumen dapat tercipta.

“Kalau peternak mengeluh karena harga terlalu rendah dan konsumen mengeluh karena harga terlalu tinggi, berarti ada yang tidak beres di tengahnya. Kita harus berani membenahi ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak bertujuan menekan harga di tingkat peternak demi membuat harga di tangan konsumen menjadi murah. Pemerintah ingin memastikan petani dan peternak mendapat harga yang layak, konsumen membeli dengan harga wajar, serta rantai perdagangan yang tidak efisien dipangkas.

Sebagai langkah penguatan, pemerintah mendorong pengembangan infrastruktur penyimpanan seperti cold storage serta pembentukan koperasi yang menjadi penghubung antara petani dan konsumen. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengelola komoditas seperti cabai, tomat, telur, dan ayam dalam situasi produksi melimpah maupun menurun.

“Ketika produksi melimpah, kita harus bisa mengelola pasokan. Kalau produksi berkurang, stok yang tersedia bisa dikeluarkan. Dengan begitu, petani terlindungi dan konsumen juga mendapatkan harga yang lebih wajar,” kata Amran.

Mungkin Anda Suka