KEUANGAN

Bos OJK Lapor Prabowo Kondisi Bursa Usai Isu Turun Kasta MSCI

Bos OJK Lapor Prabowo Kondisi Bursa Usai Isu Turun Kasta MSCI

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi bursa saham domestik. Laporan ini menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka opsi menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Penilaian Positif dan Catatan dari MSCI

Perempuan yang akrab dipanggil Kiki itu menerangkan, merujuk laporan MSCI pada Juni lalu, sedianya pengumuman tersebut dijadwalkan pada November mendatang, namun MSCI justru merilisnya lebih cepat pada bulan ini. Walau demikian, dalam laporan Juni lalu itu, Indonesia mencatatkan penilaian yang baik pada 16 dari total 18 indikator jika disandingkan dengan negara-negara emerging market lain.

Indonesia disebut telah menjalankan berbagai perbaikan menyangkut aturan free float, keterbukaan kepemilikan saham, serta pengelompokan investor, seperti dilaporkan detikcom. Mengenai ketentuan initial public offering (IPO), Indonesia berada pada kisaran 15 hingga 25 persen. Keterbukaan informasi juga telah dibuka hingga 1 persen, sementara pasar lain masih di atas 5 persen. Selain itu, terdapat 39 tipe klasifikasi investor yang dinilai sangat terperinci dibandingkan negara lain yang bahkan tidak mempunyai rincian serupa.

Kendati demikian, Kiki tidak menampik adanya catatan khusus dari pihak MSCI yang menuntut adanya perbaikan di pasar modal Tanah Air. Salah satu sorotan utama berkaitan dengan penegakan hukum di sektor pasar modal yang dinilai masih belum cukup keras.

Sanksi Terbesar dan Kondisi Pasar Rebound

Menanggapi catatan tersebut, Kiki melaporkan kepada Presiden bahwa OJK telah mengambil tindakan tegas dengan menjatuhkan sanksi terbesar sepanjang sejarah. OJK mengenakan denda senilai Rp1,5 triliun kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan perdagangan terkoordinasi atau coordinated trading.

Langkah penindakan juga diarahkan pada dugaan praktik manipulasi pasar yang menyeret dua perusahaan lainnya. Berbagai upaya penertiban tersebut diklaim telah mendatangkan hasil positif bagi pergerakan bursa saham dalam negeri.

Kondisi pasar modal Indonesia sudah mulai berangsur membaik dalam dua hari terakhir berkat sokongan investor domestik. Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dalam dua hari berturut-turut masing-masing sebesar Rp3,3 triliun dan Rp1 triliun, pasar tetap stabil didorong kekuatan aksi beli kembali serta peran investor ritel yang sangat besar.

Mungkin Anda Suka