UMUM

BMKG: Awal Musim Hujan di Indonesia Diperkirakan Mundur

BMKG: Awal Musim Hujan di Indonesia Diperkirakan Mundur

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guyuran hujan di beberapa daerah belakangan ini belum menandakan seluruh wilayah Indonesia resmi memasuki musim hujan. Berdasarkan analisis Perkembangan Musim Dasarian I Oktober 2026, lembaga tersebut mencatat baru 53 zona musim (ZOM) atau 7,6 persen wilayah Tanah Air yang mengawali musim hujan. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, daerah yang mulai diguyur hujan pada Oktober mencakup sebagian besar Aceh dan Sumatra Utara, serta sebagian kecil Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan.

Dampak El Nino dan Pengaruhnya terhadap Musim Hujan

Pihak BMKG menyampaikan lewat akun Instagram resminya pada Selasa (13/10) bahwa mayoritas daerah di Indonesia diperkirakan baru akan mengawali musim hujan pada bulan berikutnya. Sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen wilayah daratan diprediksi memulai musim hujan pada November, disusul 266 ZOM atau 17,31 persen wilayah daratan lainnya pada Desember.

Kombinasi fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang terjadi secara bersamaan sepanjang musim kemarau memicu kekeringan cukup parah di sejumlah daerah, bahkan menyebabkan kebakaran hutan yang masih berlangsung. Menurut analisis para ahli, kondisi ini mengakibatkan minimnya kelembapan di permukaan tanah sehingga proses penguapan untuk pembentukan awan hujan berkurang dan menunda awal musim hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kedatangan musim hujan di Tanah Air rata-rata mengalami penundaan hingga sekitar dua sampai tiga dasarian dari jadwal biasanya. Penundaan tersebut dipengaruhi secara signifikan oleh fenomena El Nino.

“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino,” kata Faisal saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/10).

Faisal menambahkan, durasi berlangsungnya musim hujan diproyeksikan akan lebih singkat dibanding kurun waktu normal. Kendati demikian, tingkat intensitas curah hujan diprakirakan tetap relatif sama, sehingga potensi hujan lebat masih dapat terjadi di beberapa kawasan.

Sebaran Wilayah Awal Musim Hujan

Berdasarkan rincian dari BMKG, wilayah yang dijadwalkan memasuki musim hujan pada November meliputi sebagian kawasan Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, area utara Papua Barat, serta sebagian Papua Selatan. Sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) juga diprediksi mulai diguyur hujan pada bulan tersebut.

Sementara itu, kawasan yang diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember mencakup sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di sebagian Kalimantan Selatan serta Papua Selatan bagian selatan.

Mungkin Anda Suka