Pemerintahan Donald Trump berencana mengumumkan kebijakan untuk melemahkan aturan yang melindungi lingkungan dari kebocoran gas metana. Langkah dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) ini membalikkan kebijakan era Joe Biden yang sebelumnya dirancang untuk memangkas emisi metana secara signifikan.
Pelonggaran Aturan dan Penghematan Industri
Menurut Administrator EPA Lee Zeldin dalam siaran pers 7 Oktober, pembatalan aturan tersebut akan menghemat biaya bagi perusahaan minyak dan gas bumi sebesar USD45 miliar. Di sisi lain, aturan sebelumnya dinilai menimbulkan biaya regulasi sebesar USD18 miliar. Zeldin menyatakan bahwa proposal ini mengatasi berbagai masalah yang disampaikan oleh para produsen dan operator energi di Amerika Serikat agar negara tersebut dapat mencapai potensi energi sepenuhnya, seperti dilaporkan oleh The Verge.
EPA diperkirakan akan melonggarkan standar untuk sumur-sumur marjinal, yaitu sumur tua yang menghasilkan sedikit bahan bakar tetapi memicu polusi metana dalam jumlah besar dari kebocoran. Berdasarkan laporan ProPublica, sumur-sumur tersebut bertanggung jawab atas setengah dari total emisi metana industri meskipun hanya menghasilkan enam persen minyak dan gas di Amerika Serikat. Selain itu, EPA juga berencana mengakhiri Program Super Emitter yang bertugas memberitahu operator infrastruktur migas mengenai pelepasan metana skala besar mencapai 100 kilogram per jam atau lebih.
Dampak Lingkungan dan Respons Publik
Metana merupakan gas rumah kaca yang kuat dengan daya pemanasan hingga 80 kali lipat lebih besar dibandingkan karbon dioksida dalam kurun waktu 20 tahun. Gas ini menyumbang sekitar 30 persen dari pemanasan global saat ini. Berbeda dengan karbon dioksida yang bertahan selama ratusan hingga ribuan tahun di atmosfer, metana dapat hilang dalam waktu sedikit lebih dari satu dekade, menjadikan penghentian kebocoran sebagai salah satu cara tercepat meredam kenaikan suhu global.
Rencana pengumuman kebijakan ini dijadwalkan disampaikan langsung oleh Donald Trump dalam sebuah acara kampanye di Lubbock, Texas, menurut laporan Bloomberg. Texas sendiri merupakan negara bagian produsen minyak dan gas terbesar di Amerika Serikat sekaligus pasar pusat data terbesar di dunia yang menghadapi tantangan lonjakan kebutuhan energi dari model kecerdasan buatan.
Rencana pelonggaran aturan tersebut menuai kecaman keras dari para pegiat kesehatan dan lingkungan. Celerah Hewes selaku manajer senior kampanye lapangan negara bagian di Moms Clean Air Force menegaskan bahwa setiap usulan pelemahan aturan metana federal merupakan pukulan telak bagi kesehatan anak-anak dan perlindungan iklim. Aturan metana era Biden sebelumnya diperkirakan mendatangkan manfaat hingga USD98 miliar melalui pengurangan risiko iklim dan biaya kesehatan dari polusi udara.








