TEKNOLOGI

Apakah LIMS Bisa Sadap WhatsApp? Ini Penjelasan Pakar

Apakah LIMS Bisa Sadap WhatsApp? Ini Penjelasan Pakar

Isu dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Lawful Interception Management System (LIMS) memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan telekomunikasi. Publik mempertanyakan apakah sistem tersebut mampu memantau aktivitas komunikasi, termasuk riwayat penggunaan aplikasi WhatsApp.

Mengenal Cara Kerja LIMS

Berdasarkan standar European Telecommunications Standards Institute (ETSI), LIMS berhubungan dengan lawful interception atau praktik penyadapan resmi yang dijalankan sesuai kewenangan hukum. Keberadaan sistem ini memungkinkan aparat berwenang menyadap jaringan komunikasi guna kepentingan proses penyidikan.

Peneliti keamanan siber Alfons Tanujaya menyatakan bahwa proses penyadapan menggunakan LIMS berlangsung lebih praktis, ekonomis, dan tidak mencolok. Korban tidak akan merasakan kejanggalan atau mengetahui alasan perangkatnya menjadi sasaran penyadapan.

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Alfons menjelaskan bahwa pengambilan data dilakukan langsung pada operator seluler sehingga perangkat korban bersih dari indikasi apa pun. Sistem ini mampu menyadap isi panggilan telepon secara langsung serta membaca pesan singkat SMS karena kedua layanan tersebut belum memakai pengamanan enkripsi end-to-end.

Di samping itu, pihak penyadap dapat memantau rincian pengiriman data, waktu pengiriman dan penerimaan, identitas pengirim, serta status pesan tersebut. LIMS turut berkemampuan melacak posisi perangkat lewat menara pemancar sinyal BTS serta merekam riwayat aktivitas internet seperti daftar situs yang diakses pengguna beserta frekuensinya.

Status Keamanan Pesan WhatsApp

Terkait aplikasi WhatsApp, Alfons menegaskan bahwa LIMS tidak memiliki kemampuan untuk membuka isi pesan maupun merekam panggilan suara karena layanan tersebut sudah dilindungi sistem enkripsi end-to-end secara bawaan. Layanan serupa seperti Signal juga menerapkan pengamanan tingkat tinggi yang sama.

Kendati isi obrolan dan panggilan terlindungi dari intaian langsung, kebocoran tetap bisa terjadi pada aspek metadata yang memuat data dasar perangkat dan data dasar pengguna. Data perangkat mencakup spesifikasi perangkat keras, merek, tipe, kapasitas memori, sistem operasi, peramban, alamat IP, penyedia internet, jenis jaringan seluler, nomor telepon, serta pengidentifikasi khusus gawai.

Sementara itu, metadata pengguna mencakup identitas penerima pesan, relasi pertemanan, frekuensi komunikasi dengan seseorang atau kelompok, waktu pengiriman, hingga koordinat lokasi saat mengakses aplikasi. Operator seluler maupun penyedia aplikasi mengetahui waktu pengguna terhubung, lokasi akses, layanan yang digunakan, daftar kontak komunikasi, serta keanggotaan grup.

Meskipun aplikasi perpesanan menerapkan enkripsi end-to-end, seluruh informasi metadata tersebut tetap bisa diamati oleh LIMS untuk kebutuhan investigasi oleh pihak berwenang. Nilai informasi metadata sangat tinggi bagi penyidik karena mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai pola kebiasaan, relasi sosial, serta pergerakan target sasaran dalam jangka panjang.

Mungkin Anda Suka