Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto membeberkan langkah-langkah serta respons pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga minyak global. Lonjakan tersebut utamanya disebabkan oleh situasi konflik geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Strategi Diversifikasi dan Pemanfaatan Energi Bersih
Pemerintah menyiapkan strategi berupa diversifikasi guna mencukupi kebutuhan bahan bakar di dalam negeri agar tidak bertumpu pada satu jenis komoditas saja. Indonesia dinilai mempunyai berbagai macam potensi sumber energi yang dapat dioptimalkan demi menekan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Salah satu langkah yang tengah ditempuh saat ini adalah mengoptimalkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam jumlah besar. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, total potensi EBT di Indonesia mencapai 3.687 gigawatt (GW).
Potensi tersebut meliputi energi surya sebesar 3.294 GW, tenaga air 95 GW, angin 155 GW, energi laut 63 GW, bioenergi 57 GW, serta panas bumi 24 GW. Djoko menjelaskan bahwa dari keseluruhan potensi yang tersedia tersebut, tingkat pemanfaatannya saat ini baru mencapai 17 persen.
Pemanfaatan EBT terbukti mampu berjalan dengan baik, seperti program B50 yang membuat pasokan dalam negeri aman tanpa harus mengimpor. Upaya transisi menuju energi bersih juga terus dikedepankan, seperti disampaikan Djoko dalam program The Economic CNN Indonesia TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10) malam.
Kesiapan Pemanfaatan Energi Nuklir
Selain EBT, Djoko menyebutkan bahwa Indonesia turut memiliki peluang untuk mengoptimalkan potensi energi nuklir. Menurut penilaiannya, negara ini telah berada dalam kondisi siap untuk mengaplikasikan teknologi energi nuklir tersebut.
Melalui tingkat kesiapan yang matang, ia meyakini bahwa pengoperasian energi nuklir di tanah air dapat dilangsungkan dengan tingkat keamanan yang terjamin. Investasi pada sektor nuklir dinilai mampu bertahan hingga satu abad ke depan.
Pemanfaatan nuklir nantinya diarahkan untuk mendukung pasokan listrik nasional yang terintegrasi dengan berbagai sektor kehidupan, termasuk kendaraan listrik. Penggunaan energi listrik secara menyeluruh diyakini akan menjaga ketahanan energi nasional tetap aman.








