Variabilitas detak jantung atau *heart rate variability* (HRV) merupakan ukuran selang waktu antara detak jantung yang memberikan informasi penting mengenai respons tubuh terhadap stres serta pemulihan. Berdasarkan penjelasan dari Engadget, tidak ada angka atau skor patokan yang harus dicapai dalam pengukuran HRV karena data setiap individu bersifat unik.
Cara Pengukuran dan Pembacaan HRV pada Fitbit
Detak jantung rata-rata tidak berdetak dengan jarak waktu yang sepenuhnya seragam, melainkan memiliki variasi kecil yang dipengaruhi oleh sistem saraf otonom. Sensor optik pada perangkat Fitbit memperkirakan waktu di antara detak jantung, sementara Google menghitung nilai HRV menggunakan metode *root mean square of successive differences* (RMSSD) yang dinyatakan dalam satuan milidetik.
Fitbit menghitung data HRV dengan mengambil periode tidur terpanjang dari kurun waktu 24 jam sebelumnya dengan durasi minimal tiga jam. Pengguna dapat melihat data tersebut melalui aplikasi Google Health pada menu Health > Vitals > Heart rate variability, yang menampilkan tren harian, tren jangka panjang, serta rentang personal berdasarkan data hingga 30 hari.
Faktor yang Memengaruhi dan Interpretasi Angka HRV
Google tidak menetapkan standar angka HRV yang dianggap baik secara universal karena faktor usia, kebugaran fisik, dan fisiologi setiap orang berbeda-beda. Penurunan angka HRV dapat dipicu oleh kualitas tidur yang buruk, latihan fisik yang berat, tingkat stres yang tinggi, atau konsumsi alkohol.
Meskipun penurunan angka HRV tidak secara otomatis menandakan seseorang akan jatuh sakit, penurunan yang terjadi secara terus-menerus patut mendapat perhatian khusus, terutama jika disertai perubahan pada detak jantung istirahat atau pola tidur. Skor kesiapan atau *Readiness score* dari Google memanfaatkan gabungan tiga pengukuran tersebut untuk memperkirakan tingkat pemulihan tubuh.
Tingkat akurasi pengukuran juga dipengaruhi oleh posisi sensor dan gerakan tubuh, sementara studi tahun 2024 menunjukkan bahwa Fitbit Charge 4 memiliki tingkat kecocokan moderat hingga kuat dengan pengukuran referensi meskipun cenderung sedikit meremehkan nilai HRV. Pengguna disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis apabila perubahan angka HRV terjadi secara terus-menerus dan disertai dengan munculnya gejala tertentu.








