UMUM

Ilmuwan Ungkap Spesies Burung Terbising di Dunia, Suaranya Dahsyat

Ilmuwan Ungkap Spesies Burung Terbising di Dunia, Suaranya Dahsyat

Kicauan burung telah lama menjadi objek penelitian mendalam oleh para ilmuwan, mulai dari seruan burung loon hingga pekikan burung jalak bersayap merah. Berbagai hipotesis telah disusun, termasuk Hipotesis Relung Akustik yang menjelaskan cara burung menyesuaikan frekuensi suara agar terdengar jelas di tengah kebisingan.

Penelitian Amplitudo Kicauan Burung

Meskipun demikian, atribut kicauan berupa amplitudo masih jarang diteliti secara mendalam. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Evolution menganalisis kicauan dari 123 spesies burung di Massachusetts bagian barat dan seluruh Brasil, seperti dilaporkan detikINET pada Minggu (1/11/2026).

Ahli ekologi perilaku dari University of Massachusetts Amherst, Jeffrey Podos, bersama mantan mahasiswa pascasarjananya, Joao C.T. Menezes, merekam berbagai jenis suara burung. Mulai dari kicauan sangat pelan dari kolibri petapa berleher gelap hingga suara lantang milik burung lonceng berleher polos dan seriema berkaki merah.

Menurut Podos, penelitian ini berhasil mendongkrak jumlah spesies dengan data amplitudo secara signifikan sebagai riset dasar berskala besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Pesaing Baru Burung Paling Keras

Pada tahun 2019, sebuah studi dalam jurnal Current Biology yang turut ditulis oleh Podos mencatat rekor dunia burung bersuara paling keras, yaitu burung lonceng putih. Spesies tersebut mengalahkan burung piha berteriak dengan selisih sekitar 9 desibel, mencapai tingkat 125 desibel atau setara dengan suara mesin bor jalan raya.

Dalam riset terbaru ini, para peneliti mendapati dua spesies baru yang menjadi pesaing dalam kategori burung bersuara paling keras, yakni burung lonceng berleher polos yang berasal dari genus yang sama serta seriema berkaki merah, burung endemik Brasil yang tidak bisa terbang. Kicauan kedua spesies itu sama-sama melampaui ambang batas 120 desibel.

Meskipun penjelasan mengenai alasan fisik burung dapat bersuara sangat keras mulai terungkap, penyebab ekologis dan evolusionernya masih belum diketahui secara pasti.

Menezes menyatakan bahwa faktor tubuh yang lebih besar dan paruh yang lebih lebar baru menjelaskan sebagian mekanisme fisiknya, sementara alasan di baliknya masih membutuhkan data dari lebih banyak spesies.

Mungkin Anda Suka