Para ilmuwan telah berupaya mengintegrasikan teknologi ponsel ke dalam pakaian selama hampir 15 tahun terakhir. Tantangan tersebut kini berhasil dijawab oleh tim dari National University of Singapore (NUS) College of Design and Engineering yang menciptakan layar sentuh pertama di dunia yang terintegrasi ke dalam kain.
Proses Pembuatan dan Cara Kerja
Seperti dilaporkan Popular Science pada Minggu (1/11/2026), inovasi ini terwujud berkat serat digital fleksibel yang terdiri dari 54 serat elektronik dan berfungsi layaknya piksel gambar digital. Serat tersebut ditenun ke bagian lengan baju untuk menciptakan area seluas 6,6 x 4,3 inci yang dapat berfungsi sebagai layar sentuh pada lengan bawah pengguna.
Dalam pengujian, kemeja yang tersambung ke ponsel itu mampu dipakai untuk menelusuri foto, memutar video berkecepatan 30 fps, serta menjalankan aplikasi kalkulator melalui koneksi Bluetooth. Pengguna juga dapat mengetuk pakaian untuk memeriksa notifikasi atau memakai koneksi Bluetooth guna memberikan perintah suara.
Tim peneliti mengembangkan metode khusus menggunakan bantuan sinar laser untuk mengarahkan cairan solder cair agar logam cair hanya merekat pada titik-titik presisi. Hasilnya adalah benang berlapis setebal satu milimeter yang mengintegrasikan lebih dari 5.000 cip dan 20.000 komponen listrik dengan dukungan kedalaman warna 8-bit.
Performa dan Ketahanan Pakaian Pintar
Performa perangkat ini masih menyerupai ponsel pintar generasi awal, seperti pemutaran video yang sedikit tersendat saat audio disinkronkan, sementara metode pengisian daya serta durasi operasional sebelum dicas belum sepenuhnya dijelaskan. Kendati demikian, pakaian pintar ini diklaim mempunyai tingkat sirkulasi udara yang setara dengan denim atau katun tebal sehingga tidak terasa kaku saat dikenakan.
Guna menguji ketahanannya, tim peneliti memasukkan kemeja tersebut ke dalam mesin cuci hingga 50 siklus pencucian dan hasilnya layar serta sensor sentuhnya tetap berfungsi dengan baik tanpa mengalami kerusakan.
Teknologi ini berpotensi membantu mengalihkan pandangan orang dari layar ponsel sekaligus menjadi alat pemantauan kesehatan pribadi secara real-time dengan bantuan kecerdasan buatan, meski pakaian pintar tersebut perlu dijahit oleh tenaga ahli agar hasilnya dapat menyerupai ponsel pintar saat ini.






