INTERNET

AS Siap Blokir Total Nomor Telepon Perusahaan China

AS Siap Blokir Total Nomor Telepon Perusahaan China
Daftar Isi
  1. Rencana Pemungutan Suara FCC
  2. Respons Pemerintah China
  3. Perluasan Aturan Pembatasan

Pemerintah Amerika Serikat bersiap memblokir akses langsung perusahaan telekomunikasi asal China ke alokasi nomor telepon AS. Langkah tegas atas alasan keamanan nasional ini dirancang khusus untuk memutus rantai aksi penipuan telepon otomatis.

Rencana Pemungutan Suara FCC

Komisi Komunikasi Federal AS mengumumkan bakal menggelar pemungutan suara pada 19 November mendatang terkait draf aturan pemblokiran tersebut. Sejumlah raksasa telekomunikasi China yang masuk daftar bidikan antara lain China Mobile, China Telecom, hingga China Unicom.

Akses langsung ke nomor telepon AS sejatinya merupakan jalur hemat bagi penyedia layanan Voice over Internet Protocol untuk mengonversi suara menjadi data digital via koneksi pita lebar.

Ketua FCC Brendan Carr menyatakan dalam keterangan resminya, seperti dilaporkan CNBC Indonesia, bahwa pihaknya memperkuat benteng pertahanan utama dalam melawan para peretas dan penelepon otomatis ilegal melalui keputusan ini.

Respons Pemerintah China

Pemerintah China meradang atas rencana pemblokiran tersebut. Kementerian Luar Negeri China menuding Washington kerap kali menjadikan isu keamanan nasional sebagai kedok untuk menyalahgunakan kekuasaan demi menekan korporasi asal China.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menegaskan bahwa negaranya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan mereka.

Perluasan Aturan Pembatasan

FCC juga merencanakan aturan turunan untuk melarang seluruh penyedia layanan berbasis IP yang tertangkap tangan memakai perangkat buatan vendor masuk daftar hitam keamanan nasional AS, seperti Huawei dan ZTE.

Mulai Desember 2028, FCC bakal melarang laboratorium pengujian di China untuk melakukan sertifikasi perangkat elektronik AS, sekaligus mencabut izin akses nomor telepon bagi perusahaan China yang dinilai berisiko tinggi terhadap keamanan nasional.

Sebelumnya, FCC telah memutus izin operasional internasional China Mobile, China Telecom, dan China Unicom di pasar AS. Otoritas AS kini bahkan tengah mengkaji opsi balasan lain, mulai dari melarang entitas China terhubung ke jaringan nasional hingga menutup operasional pusat data mereka di AS.

Eskalasi perseteruan ini dipicu oleh kekhawatiran AS atas potensi spionase dan kebocoran data sensitif. Pada akhir 2024 lalu, kelompok peretas yang disokong pemerintah China, Salt Typhoon, dituduh menyusup ke infrastruktur telekomunikasi AS dan menguras catatan panggilan jutaan konsumen.

Lembaga investigasi FBI menyebut ancaman serangan siber dari Salt Typhoon masih terus mengintai hingga saat ini.

Mungkin Anda Suka