Apple menghadirkan MacBook Pro pertama yang dilengkapi layar sentuh. Generasi terbaru ini membawa peningkatan pada teknologi layar dan bobot, tetapi tetap mempertahankan sejumlah elemen desain yang sudah dikenal pengguna seperti dilaporkan Liputan6.com Tech News.
Peningkatan Layar dan Bobot Laptop
Perubahan tersebut diperkenalkan dalam acara Apple bertajuk ‘Pro and Tell’ di Los Angeles, Amerika Serikat, pada Jumat (30/10/2026). Apple tetap menyediakan pilihan layar 14 inci dan 16 inci, namun panel yang digunakan kini mengusung teknologi tandem OLED yang mampu menghasilkan warna hitam lebih pekat dan meningkatkan kualitas tampilan visual.
Bobot laptop juga dipangkas di mana model 14 inci memiliki berat sekitar tiga pon atau 1,36 kilogram, sedangkan versi 16 inci berbobot empat pon atau sekitar 1,81 kilogram. Meski lebih ringan, Apple tetap mempertahankan rangkaian port serupa sementara papan ketik dan trackpad masih menggunakan desain yang diperkenalkan sejak perombakan besar MacBook Pro pada 2021.
Kualitas layar menjadi salah satu peningkatan paling menonjol di mana panel OLED mampu menampilkan warna hitam lebih pekat dan detail visual yang lebih baik pada foto maupun video. Kehadiran layar sentuh memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas secara langsung seperti menggeser foto, memperbesar tampilan dengan dua jari, menggambar melalui Pixelmator, hingga mengatur penggeser penyuntingan gambar di aplikasi Photos.
Harga dan Fitur Sistem Operasi
Meski mendukung interaksi sentuh, Apple tidak melakukan perubahan besar pada tampilan macOS karena antarmukanya masih terasa familiar, tetapi beberapa tombol pengaturan jendela akan sedikit membesar ketika disentuh. Pengguna juga bisa menggeser aplikasi ke sisi layar untuk mengatur posisi jendela, sebuah fitur yang sebelumnya tersedia di iPad dan kini diterapkan pada MacBook Pro.
Dari sisi harga, MacBook Pro baru lebih mahal sekitar USD 400 atau setara Rp 7,27 juta dibandingkan model non-OLED.







